BANJIR KULONPROGO : 170 KK Berada di Zona Merah

Tanggul yang baru selesai dibangun 2 hari lalu jebol diterjang banjir bandang di Dusun Seling, Kebonrejo, Temon pada Kamis (24/11/2016) dini hari. (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja).
25 November 2016 07:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Banjir Kulonprogo terjadi di Dusun Seling.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Banjir bandang menjebol sebuah tanggul di Dusun Seling, Kebonrejo, Temon pada Kamis (24/11/2016) dini hari. Tanggul selebar 15 meter dan tinggi 5 meter tersebut baru selesai dibangun 2 hari lalu pasca ambrol diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Diah Dwi Lestari, salah satu korban banjir bandang menerangkan jika warga sama sekali tak menyangka tanggul baru tersebut tak kuat menahan aliran air. Meski tak ada korban jiwa, sementara warga memilih untuk mengungsi karena masih trauma. Sedikitnya terdapat 170 Kepala Keluarga (KK) di dua RT yang berada di kawasan zona merah banjir bandang tersebut.

Ia berharap tanggul akan dibangun kembali dengan kualitas konstruksi yang lebih baik. Pasalnya, dengan kondisi seperti ini, warga setempat selalu was-was setiap kali hujan turun. Apalagi, beberapa waktu terakhir kondisi cuaca cukup buruk.

Sebelumnya, tanggul tersebut juga ambruk dan meratakan sebuah rumah pada Juni silam. Pasca kejadian tersebut, tanggul kemudian mulai dibangun kembali sekitar 3 bulan lalu dan baru selesai pekan ini.

Sementara itu, Agus Hidayat, Sekretaris Kecamatan Temon menjelaskan tanggul senilai ratusan juta rupiah ini masih menjadi tanggung pihak pembangun. Ia berharap tanggul tersebut diperbaiki dan jika memungkinkan dibuat lebih tahan banjir. Kecamatan juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk membangun penahan darurat agar menahan arus deras berikutnya..

“Coba gotong royong dengan masyarakat untuk perbaikan sementara,”jelasnya.