INFRASTRUKTUR SLEMAN : Ini Proyek yang Dikebut & Ditarget Selesai Akhir Tahun

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaSejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan tanggul bantaran Sungai Bengawan Solo di Ngringo, Jaten, Karanganyar, Rabu (27 - 11). Proyek tersebut untuk menanggulangi resiko bencana banjir di kawasan tersebut.
02 Desember 2016 11:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Infrastruktur Sleman terus dikebut pengerjaannya.

Harianjogja.com, SLEMAN-- Sejumlah proyek pembangunan yang dicanangkan tahun ini dinilai selesai tepat waktu. Pasalnya penyelesaian beberapa proyek pembangunan tinggal menunggu finishing.

Selain pasar, Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan Pemkab juga melakukan peningkatan jembatan Mrisen Caturharjo Sleman dengan alokasi dana Rp3,15 M. Saat ini, proses pengerjaan jembatan yang menghubungkan beberapa desa itu sudah selesai dilakukan. Di Sleman saat iniĀ  terdapat 385 Jembatan dengan kondisi baik 279 jembatan, kondisi rusak sedang 78 jembatan, kondisi rusak berat 27 jembatan.

"Tahun 2016 ini, kami melakukan pembangunan peningkatan jembatan sebanyak tiga Jembatan," katanya.

Untuk pembangunan Kantor Kecamatan Mlati dengan alokasi dana Rp 3,69 M, pihaknya optimis selesai sebelum 7 Desember. Pasalnya, kondisi pembangunan saat ini mencapai 96 %. Menurutnya, Kecamatan yang telah terbangun sebanyak 10 kantor kecamatan. Sementara yang belum dibangun meliputi kecamatan Gamping, Seyegan, Pakem, Turi, Ngemplak, Moyudan dan Minggir.

"Untuk Kantor Kecamatan Cangkringan dibangun dengan dana Rehab Rekon Provinsi DIY," katanya.

Terkait proyek pembangunan Kantor Pemadan Kebakaran di Sleman Barat yang berada di sebelah Timur Kantor Kecamatan Godean, Sri mengatakan, kantor tersebut dapat beroperasi tahun depan. Pembangunan kantor tersebut mencapai 98 %, tinggal pemasangan con blok halaman dan pembersihan bangunan. Menurutnya, keberadaan kantor tersebut untuk mendekatkan unit pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

"Kalau terjadi kebakaran di wilayah Sleman barat dapat diatasi oleh unit kantor ini. Jadi petugas dapat segera mencapai sasaran dengan cepat untuk mengurangi resiko kerugian. Semua proyek tidak mengalami hambatan dan semua dapat selesai tepat pada waktunya," tukasnya.

Kepala Dinas Pasar Sleman Tri Endah Yitnani menjelaskan, kapasitas dasaran Pasar Sleman berukuran los 2 x 2. Untuk Bangunan A sebanyak 536 dasaran, bangunan B sebanyak 212 dasaran. Jumlah pedagang kios dan los 775, pedagang plataran pasar induk 696, pedagang pasaran pasar ledok 386. Pasar tersebut difungsikan Awal 2017.

Untuk bangunan lantai III dilengkapi open space rencana untuk pasar kuliner sore hingga malam hari. Operasionalnya dilakukan oleh pihak kecamatan Sleman.

"Pemkab akan terus merenovasi pasar-pasar tradisional. Hal itu dilakukan agar kondisi pasar tradisional akan menjadi bersih dan tertata rapi," ucapnya.