Advertisement

Konsumsi Warga Kulonprogo Terendah se-DIY

Khairul Ma'arif
Rabu, 21 Januari 2026 - 03:27 WIB
Jumali
Konsumsi Warga Kulonprogo Terendah se-DIY Budi daya ikan air tawar. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Kulonprogo masih menjadi yang terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meskipun ketersediaan ikan di wilayah tersebut tergolong melimpah dan mencukupi kebutuhan.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kulonprogo mencatat konsumsi ikan masyarakat pada 2025 baru mencapai 31,94 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut berada di bawah rata-rata konsumsi ikan DIY yang telah mencapai 35 hingga 36 kilogram per kapita per tahun.

Advertisement

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislautkan Kulonprogo, Wakhid Purwosubiyantara, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan produksi perikanan di Kulonprogo mencapai sekitar 18.000 ton per tahun.

“Terdiri dari 16 ribu ton pertahun perikanan budidaya dan sekitar dua ribu ton perikanan tangkap. Dari hasil produksi sebanyak itu serapan pasarnya banyak yang ke luar Kulonprogo,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Menurut Wakhid, serapan pasar ikan di Kulonprogo sendiri masih terbatas, hanya berkisar tiga hingga empat ton per hari, baik dari perikanan budidaya maupun perikanan laut.

Ia menambahkan, untuk kebutuhan ikan laut, Kulonprogo masih sangat bergantung pada pasokan dari daerah Pantai Utara Jawa (Pantura). Hal ini disebabkan produksi ikan laut lokal yang kerap terkendala faktor cuaca dan musim.

“Sehingga belum bisa selalu dapat memenuhi kebutuhan pasar Kulonprogo terkait ikan laut sehingga masih perlu pasokan ikan laut dari luar,” lanjutnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mulai mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam program tersebut, ikan diwajibkan menjadi salah satu lauk, baik dalam bentuk ikan segar maupun produk olahan.

Upaya ini diharapkan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan konsumsi ikan masyarakat Kulonprogo. Selain itu, pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan internal di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Selain itu juga setiap Selasa dan Jumat dalam acara resmi maupun tidak OPD diminta menggunakan menu ikan yang sudah ada surat edaran Bupati untuk mengatur itu,” ucap Wakhid.

Menurutnya, rendahnya konsumsi ikan di Kulonprogo bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan lebih pada faktor kebiasaan atau budaya masyarakat.

Wakhid menilai budaya makan ikan belum berakar kuat di tengah masyarakat Kulonprogo, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan terkait pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan dan pemenuhan gizi.

“Konsumsi ikan di Kulonprogo rendah bukan karena faktor ketersediaan tetapi faktor budaya makan ikan yang belum berakar,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut

4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut

News
| Selasa, 20 Januari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement