Advertisement

Pemkab Gunungkidul Sediakan 26 Ton Kebutuhan Pokok di Operasi Pasar

David Kurniawan
Selasa, 20 Januari 2026 - 23:07 WIB
Jumali
Pemkab Gunungkidul Sediakan 26 Ton Kebutuhan Pokok di Operasi Pasar Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, DIY, memadati gerakan pangan murah di halaman Kantor DPP Gunungkidul, pada Senin (14/10/2024). Antara - ist/Humas Pemkab Gunungkidul

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan operasi pasar menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 sebagai langkah antisipasi kenaikan harga dan menjaga stabilitas ketersediaan bahan kebutuhan pokok di masyarakat.

Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul merencanakan penyediaan sedikitnya 26 ton bahan pokok yang akan digelontorkan melalui operasi pasar pada triwulan pertama 2026.

Advertisement

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Ris Heryani, mengatakan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok biasanya terjadi menjelang puasa dan Lebaran sehingga perlu diantisipasi sejak dini.

“Maret sudah Lebaran. Makanya, sebelum perayaan, kami akan menggelar operasi pasar,” kata Ris Heryani, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, bahan kebutuhan pokok utama yang disiapkan dalam operasi pasar adalah minyak goreng dan gula pasir dengan total pasokan mencapai 26 ton. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jenis komoditas lain juga akan disertakan.

“Untuk gula pasir dan minyak akan disediakan sebanyak 26 ton. Ke depan juga memungkinkan ditambah dengan telur, beras, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya.

Ris mengungkapkan, operasi pasar direncanakan digelar sebanyak tiga kali dengan lokasi di Pasar Argosari Wonosari dan wilayah Playen. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung pada rentang Februari hingga Maret 2026.

“Lokasinya sudah kami siapkan, pelaksanaan di awal hingga menjelang Lebaran,” katanya.

Meski demikian, ia menyebutkan masih ada peluang penambahan jumlah pelaksanaan maupun volume bahan pokok yang disediakan. Hal ini akan diusulkan melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.

“Tahun lalu total bahan kebutuhan pokok yang disalurkan melalui operasi pasar mencapai 50 ton. Karena itu, tahun ini kami akan mengajukan tambahan anggaran agar kegiatan bisa diperbanyak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menegaskan bahwa pasar murah dan operasi pasar merupakan agenda rutin pemerintah daerah dalam rangka pengendalian inflasi.

Menurut dia, kegiatan ini juga bertujuan memberikan akses pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang periode rawan kenaikan harga.

“Agenda ini sudah sering dilakukan. Salah satunya untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul ini juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi potensi kenaikan harga dengan melakukan pembelian berlebihan.

“Tetap tenang karena pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasaran,” kata Kelik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut

4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut

News
| Selasa, 20 Januari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement