UMKM JOGJA : HKI Jadi Modal Ekspansi ke Luar Negeri

03 Desember 2016 16:20 WIB Rima Sekarani Jogja Share :

UMKM Jogja memerlukan HKI untuk berkembang.

Harianjogja.com, JOGJA -- Pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif perlu mendaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar produk yang diciptakan tidak mudah diduplikasi orang lain. Selain itu, HKI juga dibutuhkan ketika sebuah produk ingin berekspansi ke pasar ekspor.

Deputi V Bidang Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ari Juliano Gema mengatakan Bekraf memberikan bantuan teknis dan finansial untuk pendaftaran HKI tersebut.

“Kami menargetkan 1.000 pendaftaran HKI. Sampai sekarang, Bekraf sudah menerima 1.354 berkas,” katanya, belum lama ini. Hal ini membuktikan antusias pelaku usaha kreatif untuk mendapatkan HKI cukup besar.

Belum lama ini, Bekraf juga menyelenggarakan Food Startup Indonesia (FSI) di mana dari 700-an pendaftar, terpilih 50 startup untuk mengikuti demoday. Dari demoday tersebut, akhirnya terpilih 10 startup yang berhak mendapatkan akselerasi bisnis dari Bekraf sekaligus dipertemukan dengan investor untuk membantu permodalan. Ari berharap, sebanyak 50 startup yang sudah masuk penjaringan tersebut bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan Bekraf, karena fasilitas HKI tidak hanya untuk para 10 pemenang.

Kepemilikan HKI juga menjadi salah satu syarat kuat untuk mendukung startup berekspansi ke luar negeri.  Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Bonifasius Wahyu Pudjianto menjelaskan, strategi menuju pasar internasional antara lain branding dan HKI.

“Temukan produk yang menjadi kekuatan Anda [para pelaku usaha kreatif], kemudian branding, HKI, patenkan, dan siap dipasarkan ke luar negeri,” tuturnya.

Bekraf tak akan tinggal diam karena Bekraf tetap membantu mempromosikan produk startup ke pasar dalam dan luar negeri, salah satunya dengan Lembaga Ekspor Indonesia untuk bantuan permodalan dengan bunga pinjaman rendah.

Selain promosi, Bekraf juga aktif memfasilitasi startup dengan pelatihan seperti pengemasan produk kuliner, aplikasi, serta pelatihan coding mum dan coding for women untuk 2017. Bekraf juga membantu membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui capasity building, sosialisasi lembaga keuangan terkait bisnis subsektor ekonomi kreatif, dan match making dengan mempertemukan lembaga keuangan dan pelaku ekonomi kreatif.