HARI DISABILITAS INTERNASIONAL : Ada 26.000 Difabel di Jogja, Baru 123 yang Diketahui Tersalur Kerja

04 Desember 2016 17:29 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan hak difabel

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Provinsi DIY mengapresiasi perusahaan swasta yang mau membantu memberdayakan penyandang disabilitas dalam kegiatan bisnisnya. Hal ini sudah ditunjukkan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk yang telah merekrut pekerja dari kalangan penyandang disabilitas.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam acara Peresmian Pusat Pelatihan dan Magang Kerja Bagi Disabilitas di Pusat Rehabilitasi Yakkum mengatakan berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, pada 2015, dari 275 perusahaan yang dipantau, baru 24 perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas sejumlah 123 orang.

Menurut dia, angka tersebut masih jauh dari harapan mengingat jumlah penyandang disabilitas di DIY sendiri lebih dari 26.000.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari data jumlah penyandang disabilitas itu, sebanyak 25.050 termasuk penyandang disabilitas kategori miskin.

"Disabilitas dewasa tanpa kemampuan akan menimbulkan masalah seperti penambahan jumlah kemiskinan. Laki-laki paling banyak, apalagi laki-laki tulang punggung keluarga," kata Sultan.

Oleh karena itu, adanya pusat pelatihan yang didirikan Alfamart di Yakkum berguna untuk meningkatkan kemampuan para penyandang disabilitas sehingga siap menghadapi dunia kerja.

Sementara itu Corporate Affairs Director Alfamart Solihin menyebut, pusat pelatihan ini merupakan pilot project yang rencananya akan dilaksanakan secara nasional, sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah dalam memenuhi kuota tenaga kerja disabilitas.

“Untuk tahap awal, telah dilatih 10 tenaga trainer dari staf pendamping Pusat Rehabilitasi Yakkum, serta tujuh penyandang disabilitas yang telah diseleksi untuk kemudian dibekali dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri ritel, serta ditempatkan di warehouse dan toko Alfamart,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini Alfamart sudah memiliki 32 cabang di Indonesia, bahkan juga sudah berekspansi sampai Filipina. Sementara untuk kebutuhan karyawan, Alfamart telah merekrut penyandang disabilitas.

"Karyawan yang direkrut dari difabel sudah ada yang menduduki level manajer. Pada intinya, kami tidak pernah meragukan mereka. Semoga kuota 1.000 [karyawan dari kaum disabilitas secara nasional] dapat ditarget secepatnya," ucapnya.