PENJUALAN KENDARAAN : Penjualan Motor Bekas di Jogja Lesu

Pemilik dealer motor bekas Harto Mulyo Motor Bambang berfoto di tengah motor bekas yang ia jual, Selasa (6/12/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
07 Desember 2016 19:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Penjualan kendaraan bekas di Jogja lesu

Harianjogja.com, SLEMAN-Jelang akhir tahun, penjualan motor bekas tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Peningkatan penjualan juga tidak terlihat. Pemilik bisnis penjualan motor bekas justru merasa penjualannya pada beberapa bulan terakhir menurun.

Pemilik dealer motor bekas Harto Mulyo Motor, Bambang mengatakan, jika dilihat penjualan selama setahun ini memang lebih baik daripada tahun kemarin. Namun, beberapa bulan terakhir mengalami penurunan penjualan. Ia juga memprediksi pada Desember ini penjualan tidak  mengalami kenaikan.

“Akhir tahun itu motor baru yang banyak laris karena dealer memberikan potongan harga untuk menghabiskan stoknya. Sekarang beli motor bekas sama motor baru harganya hampir sama,” katanya saat ditemui Harianjogja.com di kantornya di Jl. Magelang Km. 5,8 Kutu Tegal, Sleman, Selasa (6/12/2016).

Ditanya prospek bisnis penjualan motor bekas pun ia juga belum memastikan. Bambang mengatakan, hampir setiap bulan ada motor baru yang yang diluncurkan.

Harganya pun juga tidak terlalu mahal. Hal itupun membuat konsumen semakin tertarik untuk membeli motor baru daripada motor bekas.

Selain itu, harga sewa bangunan kantor juga semakin naik setiap tahunnya, sebaliknya harga motor akan semakin turun. Hal itu pun membuat pengusaha motor bekas harus menyiapkan modal yang besar untuk tetap mempertahankan bisnisnya.

Di dealernya, Bambang menyetok 14 unit motor yang terdiri dari motor jenis matik, bebek, dan motor sport khusus pria. Merek motor yang tersedia di antaranya Yamaha, Honda, dan Suzuki. Ia mengatakan, penjualan Honda paling laris meski harga yang dipasang paling tinggi di antara motor lainnya. Seperti Honda Vario tahun 2015 dijual Rp14 juta.

Motor yang dijual mulai tahun 2009 ke atas, dengan kondisi 80% masih bagus, dan memiliki surat-surat lengkap. Konsumen terbanyak adalah kalangan mahasiswa dari luar Jawa.

“Mereka beli saat tahun ajaran baru dan kalau sudah selesai kuliah biasanya dijual lagi,” kata Bambang.

Setiap bulan, setidaknya ia bisa menjual 12 unit motor, di mana 60%-nya adalah motor matik. Motor matik memang banyak diminati karena bisa digunakan untuk pria maupun wanita.

Hal yang sama juga terjadi di dealer motor bekas Arga Surya Motor yang terletak di sisi timur perempatan Ring Road Timur Blok O. Sebelumnya, Ilham Putra selaku pengelola dealer tersebut mengatakan, dari 35 unit motor yang terjual tiap bulan, porsi motor matik sebesar 80%. Motor matik yang masih menjadi idola masyarakat adalah Honda Beat, Honda Vario, dan Yamaha Mio.