KRIMINAL SLEMAN : Danik Tiba-Tiba Dibacok Clurit saat Melintas di Jalan

07 Desember 2016 15:55 WIB Sleman Share :

Kriminal Sleman kembali terjadi berupa pembacokan

Harianjogja.com, SLEMAN- Ditangkapnya banyak pelaku aksi klithih di wilayah Sleman ternyata tidak membuat kapok para pelaku lain. Enam orang yang berboncengan dengan tiga sepeda motor kembali melakukan aksi kekerasan di Jalan Palagan, Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Selasa (6/12/2016) malam.

Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi didampingi Kanit Reskrim Iptu Made Wira Suhendra mengatakan kejadian penganiayaan oleh enam oknum tidak dikenal tersebut membuat seorang korban bernama Danik Muryanto, 32, warga Ngunut, Playen, Gunungkidul harus menderita luka sobek dan memar di tubuh.

Kapolsek menjelaskan, awal kejadian pembacokan tersebut berawal ketika korban bersama kawannya mengendarai sepeda motor di Jalan Palagan dari arah selatan. Berjalan menuju arah utara, korban memang sudah berasa dibuntuti oleh tiga sepeda motor dari arah belakang.

Lalu sesampainya korban di TKP, oknum yang tidak dikenali tersebut kemudian dari arah belakang langsung menyabetkan senjata tajam clurit kepada korban.

Sabetan clurit tersebut oleh korban ditangkis menggunakan tangan sehingga bagian tangan kanan korban justru yang terkena luka sabetan. Selain itu, setelah menyabetkan clurit pelaku juga melakukan pemukulan kepada korban sehingga menyebabkan luka memar pada bagian punggung dan paha.

"Yang kena hanya sabetan senjata Danik, sedangkan kawannya tidak," katanya, Rabu (7/12/2016).

Usai melakukan penganiayaan tersebut para oknum langsung melarikan diri ke arah utara. Korban tidak mengejar para pelaku karena tangannya sudah terluka cukup parah.

Korban yang sudah bersimbah darah dengan dibantu oleh temannya kemudian menuju ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. petugas kepolisian yang menerima laporan tersebut usai kejadian langsung mendatangi TKP dan melakukan penylidikan.

Kanit Reskrim menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan penyilidikan dan pengusutan lebih lanjut, minimnya saksi dan keterangan dari korban membuat petugas harus berupaya keras untuk mencari pelaku. "Saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, semoga cepat tertangkap lagi," pungkas Made.