TAMBANG BREKSI BANTUL : Aktivitas Tambang Akibatkan Lokasi Jadi Rawan Bencana

Akibat aktivitas pertambangan di Dusun Srumbung, Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, terbentuk kubangan air dan jurang sedalam belasan meter. foto diambil pada Senin (5/12/2016). (Irwan A. Syambudi/JIBI - Harian Jogja)
08 Desember 2016 01:20 WIB Irwan A Syambudi Bantul Share :

Tambang Breksi Bantul perlu penanganan khusus.

Harianjogja.com, BANTUL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyebut kawasan yang mulanya bukan rawan bencana akan menjadi rentan terhadap bencana, jika terdapat aktivitas pertambangan. Termasuk di Dusun Srumbung, Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret.

Pelaksana Harian Kepala BPBD Kabupaten Bantul Dwi Daryanto mengatakan kawasan perbukitan Srumbung yang ditambang kini menjadi rawan bencana. Padahal kata dia sebelum ada aktivitas tambang batu breksi, kawasan itu bukanlah daerah rawan bencana.

“Potensi risiko bencana setelah ditambang justru muncul. Pada saat belum ditambang tidak ada potensi,” ujarnya, Rabu (7/12/2016).

Risiko bencana menjadi tinggi dan membahayakan, sebab penambangan yang dilakukan dengan cara tegak lurus, kemudian menghasilkan tebing di kanan dan kiri jalan. Harusnya proses penambangan sesuai dengan prosedur dan perizinan. Sehingga kata Dwi risiko dan potensi bencana yang sampai menimbulkan korban jiwa tidak akan terjadi.