TAWURAN PELAJAR : Tancap Gas saat Berpapasan dengan Polisi, 6 Pelajar SMP di Godean Kemudian Ditangkap

08 Desember 2016 19:20 WIB Sleman Share :

Tawuran pelajar di Sleman berhasil dicegah

Harianjogja.com, SLEMAN –  Enam siswa SMP swasta di Gamping diamankan petugas Polsek Godean saat akan melakukan aksi tawuran  dengan menyerang sekolah lain. Para pelajar yang rata-rata berusia di bawah umur tersebut diamankan beserta tiga sepeda motor, sebuah senjata gir sepeda motor dengan tali, dan beberapa batu.

Kanit Reskrim Polsek Godean, Iptu M Darban mengatakan enam pelajar yang diamankan tersebut masing-masing, ET, 15, warga Banyuraden, Gamping, DF, 14 dan RJ, 15, warga Bener Tegalrejo, Yogyakarta, kemudian FW, 14, warga Sinduadi Mlati Sleman, AM, 14, warga Trihanggo, Gamping, dan JP, 13, warga Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah.

“Sebenarnya pelaku ada delapan anak, namun dua berhasil kabur saat petugas opsnal melakukan penyergapan," katanya, Kamis (8/12/2016).

Dikatakannya, penangkapan gerombolan pelajar SMP tersebut berawal ketika petugas melakukan patroli di daerah Godean. Kemudian petugas berjumpa dengan gerombolan pelajar SMP dengan mengendarai sejumlah sepeda motor.

Kecurigaan petugas muncul ketika dua orang dari gerombolan tersebut kemudian tancap gas dan melarikan diri ketika berpapasan dengan petugas. Seketika petugas lalu melakukan pengejaran kepada pelaku lain dan berhasil mengamankan sebanyak enam pelaku di daerah Beluran, Tirtoadi, Godean.

Menurut keterangan, mereka akan melakukan penyerangan di SMPN Godean. Mereka berniat balas dendam lantaran salah satu temannya bernama Rio dipukuli oleh siswa SMP tersebut.

Dari penggeledahan yang dilakukan petugas, FW menjadi siswa  yang diketahui membawa gir sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan dipasangi tali. Sementara siswa yang lain di dalam tas-nya disembunyikan batu yang jelas akan dipergunakan untuk melempari lawan saat terjadi perkelahian masal.

Saat ini keenam siswa sudah diamankan oleh petugas kepolisian. Mereka akan diberi pengarahan dan orang tua mereka akan dipanggil oleh petugas untuk menjemput. "Saat ini masih dalam penanganan, akan diberikan pengarahan oleh petugas," pungkasnya.