WISATA JOGJA : Wisatawan Banjiri Jogja

JIBI/Desi SuryantoSejumlah wisatawan berfoto dibawah papan nama Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12 - 2013). Daya pikat Malioboro sebagai tujuan wisata memang tidak bisa surut meski di saat liburan sejumlah ruas jalan menuju kawasan belanja itu macet akibat tak mampu menampung banyaknya kendaraan yang melintas.
13 Desember 2016 00:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Wisata Jogja masih menjadi magnet bagi turis.

Harianjogja.com, JOGJA -- Libur akhir pekan membuat okupansi hotel di Jogja tinggi. Bahkan ada hotel yang sampai kehabisan kamar dan menolak tamu yang ingin menginap.

Dita Retno selaku Public Relation Hotel Novotel mengatakan, okupansi pada long weekend yang terjadi sejak Sabtu-Senin (10/12/2016-12/12/2016) kemarin mencapai 100%. Kebanyakan para tamu berasal dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

“Kami full sejak Jumat malam,” kata Dita, Senin (12/12/2016). Para tamu memesan kamar secara langsung dan tidak menggunakan pemesan via online. Dita mengatakan, sejak seminggu yang lalu, Novotel menutup sistem online travel agent sehingga semua tamu memesan kamar dengan mendatangi hotel.

Okupansi 100% juga dialami Hotel Tjokro Style Jogja dan Hotel Platinum Adisucipto. Public Relation Hotel Platinum Adisucipto Dhea mengatakan, tingkat keterisian kamar yang tinggi membuat manajemen hotel harus menolak tamu yang ingin menginap.

“Kita sudah sejak tanggal sembilan [Jumat] penuhnya. Lumayan banyak yang kita tolak,” ujarnya.

Selain hotel, pusat keramaian seperti mal juga mengalami peningkatan jumlah kunjungan. Di Jogja City Mall (JCM), terjadi peningkatan jumlah pengunjung sampai 30%. Fandi Sutanto selaku Public Relation JCM mengatakan, saat akhir pekan biasa, jumlah pengunjung JCM sekitar 30.000. Dengan adanya libur nasional Maulud Nabi Senin (12/12/2016) kemarin membuat jumlah pengunjung semakin bertambah karena masyarakat dari Jogja maupun luar Jogja mengisi liburan di mal.

Menurut Fandi, peningkatan jumlah pengunjung tersebut juga erat kaitannya dengan perayaan Natal dan Tahun Baru di mana masyarakat memanfaatkan hari libur untuk berbelanja kebutuhan untuk perayaan tersebut.

“Suasana liburan kali ini juga kami buat meriah dengan ornamen dan dekorasi khas Eropa. Kami ingin merubah mind set bahwa mal bukan sekadar tempat belanja, nonton, dan nongkrong tetapi mal juga sebagai tempat wisata dan berlibur,” katanya.