Astrid Dorong Solo Jadi Kota Wisata Sekaligus Pusat Pengetahuan
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Ilustrasi protes kekerasan terhadap anak (Dok/JIBI/Solopos/Antara)
Kekerasan Sleman yang dilakukan anak terjadi karena orang tua kurang memberikan perhatian
Harianjogja.com, SLEMAN -- Fenomena klitih atau kekerasan di jalanan perlu ditemukan akar masalahnya. Tindak kriminal yang melibatkan anak-anak usia sekolah tersebut salah satunya disebabkan perhatian orang tua dinilai kurang maksimal.
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/14/kekerasan-sleman-klitih-akibat-anak-tak-puas-sikap-orang-tua-776288">KEKERASAN SLEMAN : Klitih akibat Anak Tak Puas Sikap Orang Tua)
Menurut Psikolog UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sleman, Nurtika Ulfah , orangtua mulai saat ini harus mengubah pola komunikasi dengan anak. Meski begitu, katanya, penanggulangan kasus klitih bukan semata-mata dibebankan kepada orangtua namun menjadi tanggungjawab bersama. Termasuk orangtua, sekolah, petugas keamanan, maupun masyaraat.
"Kebijakan difersi atau pengembalian anak pelaku klitih kepada keluarga belum tentu menjadi solusi yang tepat," ujarnya, Selasa (13/12/2016)
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/14/kekerasan-sleman-klitih-akibat-anak-tak-puas-sikap-orang-tua-776288">KEKERASAN SLEMAN : Klitih akibat Anak Tak Puas Sikap Orang Tua)
Alasannya, difersi yang dilakukan tanpa pertimbangan yang matang bisa menimbulkan masalah baru atau masalah yang diinginkan tidak akan selesai. Baginya, proses difersi hanya bisa dilakukan jika pondasi keluarga anak tersebut kuat. Kalau keluarganya belum kuat ini justru jadi masalah.
"Difersi hanya bisa dilakukan satu kali. Tidak berlaku bagi kejahatan yang hukumannya lebih dari tujuh tahun dan mengancam nyawa orang lain," jelasnya.
Sekadar diketahui, fenomena klitih yang melibatkan anak-anak akhir-akhir ini sering terjadi. Kasus klitih di Sleman misalnya terjadi di Jalan Kapten Haryadi, Lojajar, Sariharjo, Ngaglik (4/11/2016). Namun demikian, para pelaku sudah ditangkap beberapa hari lalu (2/12/2016).
Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Made Suhendra menjelaskan, satu di antara pelaku merupakan residivis terkait tindak kejahatan yang sama. Sedangkan dua lainnya merupakan pasangan kekasih.
"Saat melakukan aksi klitih, si perempuan membantu pacarnya. Dia membawakan senjata tajam,” kata Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.