UMKM JOGJA : Akses Modal Masih Jadi Tantangan Berat, Lalu?

Salah satu pelaku UMKM menunjukkan produknya kepada Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja dan peserta Sarasehan UMKM Kota Jogja, Sinergi dengan Stakeholder di Ballroom Tanseem Hotel, Rabu (14/12/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
16 Desember 2016 05:20 WIB Jogja Share :

UMKM Jogja masih terganjal pembiayaan.

Harianjogja.com, JOGJA -- Akses permodalan masih menjadi tantangan berat yang dihadapi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Jogja. Hal itu diungkapkan sejumlah pelaku UMKM yang mengikuti acara Sarasehan UMKM Kota Jogja di Ballroom Tanseem Hotel, Rabu (14/12/2016).

Salah satu pelaku UMKM, Briane Novianti Syukmita mengungkapkan kerajinan koran yang dikembangkannya dengan nama Dluwang Art sudah menembus pasar yang cukup luas. Banyaknya pesanan yang diterima, seringkali harus menghadapi keterbatasan modal.

"Kami merintis dari modal cekak, kadang kesulitan mencari modal produksi saat banyak pesanan masuk di waktu yang sama. Ada tidak bank yang bisa membantu kendala yang kami hadapi ini," ujar perempuan yang akrab disapa Novi itu.

Beberapa peserta sarasehan bertajuk Sinergi dengan Stakeholder UMKM Kota Jogja dari kalangan pengusaha muda juga mengakui hal yang sama. Kebanyakan pengusaha muda yang merintis usaha terkendala pengajuan modal, mengingat persyaratan perbankan untuk peminjaman modal melampirkan status telah menikah. Sedangkan, banyak anak muda yang merintis usaha, namun belum berkeluarga.

Dalam acara ini juga turut ditandatangani MoU antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja dan Bank BNI tentang kemudahan akses permodalan bagi para pelaku UMKM.

Kepala Kantor Cabang BNI Utama Kota Jogja, Wawan Adinamiharja mengungkapkan sinergi BUMN dalam hal ini perbankan adalah upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan UMKM ini agar bisa menjadi penompang perekonomian di masing-masing daerah.

"Terikait pendanaan, adalah tujuan kami di perbankan untuk membantu UMKM dalah hal penyediaan modal usaha," ujar Wawan.

Sementara itu, Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja, Christiana Lucy Irawati menambahkan, seusai acara sarasehan tersebut aspirasi UMKM akan ditampung. Lucy mengatakan Pemkot Jogja dari tahun ke tahun memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan UMKM. Apalagi jumlah pelaku usaha kecil yang ada di kota ini mencapai lebih dari 23.000 UMKM.

" Kami menyadari di Jogja yang masih bisa dikembangkan adalah UMKM. Seusai acara ini, kami akan membentuk tim untuk menindaklanjuti aspirasi para pelaku UMKM," ujar Lucy.