Advertisement
Surat Edaran Atribut Keagamaan di Kulonprogo Dicabut
Advertisement
Surat Edaran Atribut Keagamaan baru saja ditandatangani tetapi sudah dicabut.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kapolres Kuloprogo, AKBP Nanang Djunadi menyatakan mencabut surat edaran terkait imbauan kamtibmas mengenai atribut keagamaan yang merujuk pada Fatwa MUI Nomor 56/2016.
Advertisement
Hal ini merujuk pada teguran keras dari Kapolri kepada Kapolres Kulonprogo dan Kapolres Metro Bekasi Kota bahwa fatwa MUI bukanlah rujukan hukum positif tetapi hanya sebatas bahan koordinasi.
“Sesuai instruksi pimpinan, sudah kita cabut,”jelasnya Nanang ditemui di Polres Kulonprogo pada Senin(19/12/2016).
Meski demikian, ia menerangkan jika surat tersebut belum diedarkan secara fisik kepada sejumlah pimpinan perusahaan yang ada di Kulonprogo. Meski sudah ditandatangani langsung olehnya pada Sabtu (17/12/2016) lalu, Nanang mengatakan baru menyebarkan surat tersebut kepada jajaran perwiranya melalui grup sosial media. Namun, tanpa diketahui surat tersebut sudah viral dan tersebar luas.
Adapun, surat edaran dengan nomor B/4001/XII/2016/Intelkam tersebut ditujukan kepada pimpinan perusahaan, pabrik hingga ke unit usaha pertokoan. Surat bertanggal 17 Desember tersebut merujuk kepada UU RI Nomor 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Fatwa MUI Nomor 56/2016 tanggal 14 Desember 2016 tentang hukum menggunakan atribut keagamaan, dan Kirsus Sat Intelkam Polres Kulonprogo Nomor: R/60/Kirsus/XII/2016/Sat Intelkam tanggal 16 Desember 2016 Pam Natal dan Tahun Baru 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Terapkan WFH bagi ASN Mulai Pekan Ini
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
Advertisement
Advertisement




