ALUN-ALUN WATES : Pembangunan Mulai 2018, Seperti Apa Rencananya?

Ratusan becak berderet di jalan lingkar sisi utara kawasan Alun-alun Wates, Kulonprogo, Jumat (1/7/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
24 Desember 2016 08:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Alun-Alun Wates bakal memiliki wajah baru

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Rencana penataan yang baru dipastikan akan mengubah wajah Alun-Alun Wates. Sejumlah gedung di sekitarnya sedianya akan dibongkar dan dijadikan ruang terbuka publik.

Baca Juga :http://www.solopos.com/2016/12/23/alun-alun-wates-jadi-rth-gedung-sekitar-akan-dibongkar-779022"> ALUN-ALUN WATES : Jadi RTH, Gedung Sekitar akan Dibongkar

Dijelaskan Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kulonprogo, Robert Goenoeng Poerwohandokojika, gedung Dinas Kesehatan, Lapas Wates, dan SMP 1 Wates akan dibongkar dan dijadikan tempat ibadah. Goenoeng mengatakan jika ini dilakukan dengan pola Alun-Alun di berbagai kota yang biasanya menyediakan tempat ibadah. Selain itu, akan ada sejumlah taman yang ditujukan untuk masyarakat dalam berbagai usia dan kebutuhan.

Akan dibangun pula 5 zona parkir agar parkir di sisi alun-alun tidak lagi terjadi. Disiapkan pula zona foodcourt yang akan menampung para PKL yang menyediakan pusat kuliner yang bersih. Fungsi perbankan juga akan dipertahankan dengan disediakan ATM drive-thru. Sementara panggung terbuka akan ditambah menjadi 2.

Ia mengatakan jika pembangunan paling cepat akan dimulai pada 2018 setelah DED selesai disusun. Pemerintah daerah juga telah melakukan sosialisasi dengan para PKL terkait konsep penataan yang baru. Menurut Goenoeng, sejauh ini tanggapan pedagang sendiri cukup baik karena kebutuhan mereka akan tetap terakomodir.

Sebelumnya, Muhtarom Asrori, Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kulonprogo menyampaikan jika penataan Alun-Alun Wates diminta tetap mempertahankan fungsi yang sudah selama ini. Dibandingkan pusat alun-alun, penataan dinilai lebih dibutuhkan untuk area yang ada di sekeliling pusat kota Wates itu.

“Jangan mengurangi dan merubah yang sudah ada tapi harus ditata sekelilingnya,”tegasnya, Jumat (23/12/2016)

Menurutnya, ada sejumlah gedung yang harus dipindah agar fungsi alun-alun sebagai pusat kegiatan masyarakat bisa berjalan sepenuhnya. Dengan demikian, area barat alun-alun bisa dijadikan pusat kuliner, taman bermain, maupun sarana ibadah.. Selain itu, fungsi trotoar sebagai lokasi bagi para pejalan kaki diharapkan bisa dikembalikan dan tak lagi tergerus oleh kendaraan.

Muhtarom juga menegaskan jika tata ruang alun-alun Wates sebaiknya tidak dijadikan menjadi 1 lapangan. Pasalnya, ini akan merubah sejarah ruang terbuka publik tersebut dan mengganggu fungsi lapangan alun-alun. Selama ini, lapangan tersebut juga digunakan sebagai sarana olahraga bagi siswa sejumlah sekolah yang berada di sekitar alun-alun.

Selama ini, sejumlah siswa memanfaatkan lapangan alun-alun yang terbagi menjadi 2untuk kegiatan olahraga. Muhtarom menyebutkan paling tidak siswa dari 20 sekolah yang ada di Wates sering memanfaatkan alun-alun tersebut. Karena itu, jika lapangan dijadikan 1 maka luasannya tidak akan mampu menampung para penggunanya.