Harga Tanah di Kelok 23 Gunungkidul Tembus Rp1 Juta per Meter
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Narkoba Gunungkidul Meningkat Pesat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Peredaran Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba) meningkat pesat. Hal itu terlihat dari jumlah perbandingan kasus yang berhasil diungkap oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Gunungkidul.
Tahun lalu, polisi hanya mengungkap tiga kasus yang berkaitan dengan narkoba. Namun tangkapan di tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Sebab hingga akhir Desember polisi sudah mengungkap 14 kasus.
Kepala Satreskoba Polres Gungkidul Iptu Kadek Dwi mengatakan, kasus peredaran narkoba yang ditangani terus berfluktuatif dari tahun ke tahun. Namun dalam dua tahun terakhir terjadi tren peningkatan, di mana dibuktikan dengan pengungkapan kasus yang ditangani petugas.
“Tahun ini sudah ada 14 kasus, sedang di 2015 lalu hanya ada tiga kasus saja,” kata Kadek kepada Harianjogja.com, Senin (26/12/2016).
Adapun rincian pengungkapan kasus tersebut antara lain, empat kasus narkotika, enam kasus psikotropika dan empat kasus lainnya berkaitan peredaran obat-obatan keras yang tak memiliki izin resmi. Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan ribuan butir pil sebagai barang bukti.
“Kita juga berhasil mengamankan 14 tersangka,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, pengungkapan kasus yang dilakukan didominasi oleh kasus peredaran obat-obatan dengan harga murah yang nilainya di kisaran ribuan hingga puluhan ribu rupiah. “Kondisi ini patut kita waspadai karena perderannya bisa menyasar ke semua kalangan sehingga peredarannya harus benar-benar dilakukan pencegahan,” ungkap dia.
Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi menambahkan, untuk upaya pemberantasan dibutuhkan komitmen dari semua pihak untuk memerangi peredaran barang haram tersebut. Upaya pemberantasan tidak hanya dilakukan dengan jalan pengungkapan kasus, namun juga dilaksanakan menggalakan upaya pencegahan. Salah satunya dilakukan dengan sosialisasi akan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah.
“Sosialisasi ini sangat penting karena sebagai salah satu tindakan preventif. Harapannya dengan kegiatan tersebut maka para siswa jadi tahu akan bahaya dari narkoba sehingga tidak mendekati barang haram itu,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menilai pentingnya mengantisipasi adanya dampak buruk terhadap perkembangan di sektor kepariwisataan. Sebab dari perkembangan tersebut tidak menuntup kemungkinan adanya pengaruh dari luar khususnya berkaitan dengan peredaran barang haram seperti narkoba atau pun minuman-minuman keras.
Dari pengaruh buruk ini, Immawan sangat mewaspadai peredaran miras. Ia tidak menampik konsumsi miras masuk dalam kategori tindak pidana ringan yang dibuktikan dengan sanksi hokum yang diberikan. Namun demikian, sambung Immawan, konsumsi miras ini memberikan celah untuk melakukan tindak pidana yang lain.
“Kesannya memang terlihat sepele, tapi jika dibiarkan peredarannya, peminum bisa melakukan hal negative lain. Misalnya mencoba narkoba, judi atau melakukan tindak kejahatan yang lain. Jadi untuk antisipasi secara global perlu dilakukan penekanan terhadap pemberantasan peredaran miras,” kata Immawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.
Michael Smith dipenjara 18 bulan setelah menggunakan lagu AI dan ribuan akun bot untuk memanipulasi pemutaran musik serta meraup jutaan dolar royalti.