Advertisement
KERACUNAN SLEMAN : Apa Hasil Lab Kasus Keracunan 10 Siswa SDN Dalangan?
Advertisement
Keracunan Sleman terjadi di sebuah sekolah dasar
Harianjogja.com, SLEMAN – Diduga mengkonsumsi jajanan tidak sehat, sepuluh orang siswa SDN Dalangan, Caturharjo, Sleman mengalami keracunan Rabu (22/2/2017). Beruntung para siswa bisa langsung mendapatkan pertolongan sehingga kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Advertisement
Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/02/23/keracunan-sleman-jajan-di-depan-sekolah-10-siswa-sdn-dalangan-pusing-mual-795867">KERACUNAN SLEMAN : Jajan di Depan Sekolah, 10 Siswa SDN Dalangan Pusing & Mual
Setelah mendapat informasi, Kapolsek Sleman Kompol Sudargo kemudian segera melakukan tindakan. Pihak Polsek. Kemudian melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para pedagang makanan di sekitar sekolah. Proses tersebut untuk tahap awal penindakan terhadap kejadian yang sangat tidak diharapkan terjadi tersebut. Sementara untuk proses lanjutan disebutnya, masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Puskesmas Sleman.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sleman Nurulhayah mengatakan, hingga kemarin pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara mendalam untuk mengetahui penyebab dari kejadian yang diduga keracunan masal tersebut. Dan hingga Kamis (23/2/2017) kemarin hasil uji lab yang dilakukan masih belum diperoleh.
“Masih dilakukan pemeriksaan, hasil lab belum kami dapatkan," katanya.
Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di lokasi kejadian, kuat dugaan makanan yang meracuni anak-anak tersebut berasal dari jajanan di luar sekolah. karena untuk makanan yang dijual di kantin sekolah menurutnya, sudah diperiksa dan tidak ditemukan adanya pelanggaran serta semuanya sudah memenuhi ketentuan mengenai kebersihan dan tidak ada yang menggunakan bahan terlarang.
Diakui oleh Nurul, saat ini yang sulit adalah melakukan pengawasan terhadap jajanan yang ditawarkan di luar sekolah. Dinkes bersama BPPOM selama ini juga diakuinya melakukan razia dan pemeriksaan untuk mencegah peredaran makanan tidak sehat dan mempergunakan bahan berbahaya.
Namun demikian, untuk mencegah terjadinya kasus keracunan para orang tua diharapkan juga untuk memperhatikan asupan makanan anak-anaknya. “Ke depan para orang tua bisa mengantisipasi kejadian seperti tersebut dengan membawakan bekal makanan dari rumah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement





