Advertisement
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA : Hanya 25% Kasus KDRT Akibat Faktor Ekonomi
Advertisement
Kekerasan dalam rumah tangga perlu perhatian banyak pihak.
Harianjogja.com, SLEMAN -- Aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak dinilai semakin marak dan mengkhawatirkan. Saat ini, lima orang korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT ) sedang mendapat perawatan di shelter Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sleman.
Advertisement
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PP-KB) Sleman, Mafilindati Nuraini menjelaskan, secara kuantitas kasus KDRT yang dialami anak dan perempuan jumlahnya menurun. Jika 2013 tercatat sebanyak 80 kasus, 98 kasus (2014), 141 kasus (2015), maka selama 2016 jumlah kasus KDRT tercatat 359 kasus.
“Angka tersebut relatif tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (10/3/2017).
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sleman tersebut mengungkapkan, secara umum faktor penyebab terjadinya KDRT saat ini terjadi akibat faktor ekonomi dan non ekonomi. Dari analisa tersebut, faktor ekonomi prosentasenya hanya 25% dibandingkan faktor lainnya.
“Ini lebih pada masalah pemahaman dan berhubungan dengan tingkat pendidikan juga. Belum tentu keluarga yang kuat secara ekonomi bisa terlepas dari masalah KDRT,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




