Advertisement
MASALAH LINGKUNGAN : Ikan Jadi Penanda Kondisi Air Pembuangan
Advertisement
Masalah lingkungan diminta diperhatikan oleh warga
Harianjogja.com, SLEMAN-- Pemerintah Kabupaten Sleman minta agar masyarakat dapat memerhatikan kondisi lingkungan di Sleman. Peran pemkab mesti didukung dengan berbagai aspek pembangunan yakni dunia swasta serta masyarakat itu sendiri.
Advertisement
Bupati Sleman, Sri Purnomo menekankan bahwa masyarakat yang didalamnya terdapat tokoh masyarakat juga pemerhati lingkungan yang mesti dilibatkan bersama dalam menjaga lingkungan.
"Kalau tidak didorong kesadaran dari masyarakat, maka program pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan tidak akan sukses," kata dia, baru-baru ini.
Selama ini, kata Sri , peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan. Tak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah saja, menurutnya keterlibatan masyarakat menjadi kunci.
Sementara itu ia mengambil contoh, dalam hal memerhatian hal yang kadang diabaikan yakni pembuangan limbah. Untuk sejumlah rumah industri serta rumah sakit yang banyak berdiri di Sleman mesti berkomitmen untuk memerhatikan pembuangan akhir serta pembuangan sisa produksi. Hal tersebut menurutnya tak dapat disepelekan. Perlu adanya treatment khusus dalam hal pengolahan air sisa.
"Setiap instansi yang aktif memproduksi harus punya kolam pengolah air sisa pembuangan. Sebagai tester yakni dengan ikan. Apakah ikan mati atau tidak kalau ikannya tidak mati maka sudah dapat diklaim aman," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




