WISATA KULONPROGO : Prangkolan Tawarkan Keindahan Kedung Bendho

Sejumlah pengunjung menikmati keindahan objek wisata Kedung Bendho di Dusun Prangkokan, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Selasa (28/3/2017) kemarin. (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
02 April 2017 14:22 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo berikut terletak di Girimulyo

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Satu lagi objek wisata alternatif yang pantas dijajal saat berkunjung ke wilayah Kulonprogo. Kedung Bendho menjadi keindahan tersembunyi yang dimiliki Dusun Prangkokan, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo.

Kedung Bendho tetap memiliki pesona tersendiri meski banyak obyek wisata serupa di Girimulyo. Pengunjung akan disambut dengan kegagahan curug setinggi 10 meter. Air yang mengalir deras jatuh ke kolam dengan kedalaman sekitar empat meter di bawahnya. Selain berfoto-foto, pengunjung juga diperbolehkan berenang di kolam tersebut.

Pengelola Kedung Bendho, Indarminto mengatakan, warga setempat baru mulai mengembangkan potensi wisata yang ada pada 2015 lalu. Obyek wisata alam tersebut menawarkan tiga kolam utama. “Letaknya saling berurutan dalam satu aliran sungai di sini,” kata Indarminto, Selasa (28/3/2017).

Kedung Bendho merupakan kolam kedua. Sebelum sampai di sana, pengunjung bakal menemui Curug Glimpang yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari pintu masuk. Ketinggiannya memang tidak seberapa, yaitu dua meter. Kedalaman kolamnya pun cuma 1,5 meter. Namun, Curug Glimpang tetap menjadi lokasi asik untuk bermain air atau berfoto narsis.

Pengunjung juga bisa menjajal Curug Gandhu sebagai kolam ketiga. Jaraknya sekitar 100 meter dari Kedung Bendho. Curug Gandhu memiliki ketinggian yang hampir sama dengan Kedung Bendho. Namun, kolam di bawahnya hanya sedalam 1,5 meter sehingga lebih ramah bagi pengunjung yang kurang pandai berenang.

Meski begitu, Kedung Bendho tetaplah area andalan kawasan wisata tersebut. Lokasinya pun mudah diakses karena cuma perlu menelusuri jalan setapak di tepi sungai hingga sejauh 100 meter dari Curug Glimpang. “Kami juga menyediakan pelampung dan ban karet kalau ada pengunjung yang membutuhkan,” ujar Indarminto.

Indarminto lalu mengungkapkan, Kedung Bendho memang belum begitu populer saat ini. Jumlah pengunjungnya hanya berkisar 50-100 orang perhari, khususnya pada akhir pekan atau hari libur lain. Meski begitu, warga tetap berusaha menyediakan berbagai fasilitas pendukung wisata, seperti gazebo dan toilet umum. Dia berharap, pengunjung dapat merasa nyaman sehingga termotivasi untuk ikut mempromosikan Kedung Bendho kepada orang-orang di sekitarnya.

Seorang pengunjung bernama Joko Triyanto mengaku terkesan dengan keindahan Kedung Bendho. “Belum banyak didatangi orang jadi masih asri. Airnya juga jernih jadi tidak menyesal jauh-jauh eksplorasi sampai sini,” ungkap warga Sleman itu.