Advertisement

JOGJA ISTIMEWA : Sultan Imbau Potensi Desa & Kearifan Lokal Didata, Ini Manfaatnya

Uli Febriarni
Jum'at, 07 April 2017 - 01:22 WIB
Mediani Dyah Natalia
JOGJA ISTIMEWA : Sultan Imbau Potensi Desa & Kearifan Lokal Didata, Ini Manfaatnya

Advertisement

Jogja Istimewa dapat dibangun dengan menjaga potensi dan kearifan lokal setempat.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Rabu (5/4/2017) meminta, kepala desa dan perangkat Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mendata, menginventarisir potensi dan kearifan lokal yang ada di desa.

Advertisement

Potensi yang didata tadi baik yang merupakan potensi ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Pendataan diharapkan bukan hanya membantu desa dalam mengoptimalkan potensi, melainkan juga membangun peradaban. Lewat pola pikir, perilaku, integritas masyarakat. Sehingga desa dapat bertahan di tengah tantangan global yang terus berubah.

Sultan menambahkan, setelah kepala desa berhasil mengidentifikasi potensi, maka mereka bisa mengajak dirinya berdialog. Untuk mengetahui potensi apa atau apa yang bisa dikembangkan dari desa, agar bisa ditindaklanjuti oleh Dinas Kebudayaan DIY.

"Jadi potensi desa bisa maju, masyarakat lebih sejahtera, aman, nyaman," kata dia, di Halaman Sendang Kamulyan, Dusun Taruban, Desa Tuksono.

Percepatan pertumbuhan desa, bisa dikonsolidasikan antar perangkat desa. Mengingat pemerintah sudah memiliki pos dana, salah satunya Danais.

Kepala Desa Tuksono, Panut Hadi Santoso mengatakan, selama ini Pemdes sudah mendata potensi yang ada di wilayahnya. Mulai dari seni budaya, reliji, kerajinan dan kuliner. Untuk mempertahankannya, Pemdes bersama Badan Permusyawaratan Desa secara rutin menganggarkan Rp10 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, agar semua potensi yang ada di desa bisa terus tumbuh dan berkembang.

"Kami berterima kasih Ngarso Dalem telah memberi perhatian kepada desa. Nantinya, untuk memperbaiki kekurangan yang ada di desa ini, kami ingin sekali berkomunikasi lebih lanjut, agar mendapat pengarahan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kecaman Keras Muncul Atas Aturan Hukuman Mati Israel

Kecaman Keras Muncul Atas Aturan Hukuman Mati Israel

News
| Sabtu, 04 April 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement