WISATA BANTUL : Pasca OTT Petugas TPR, Pendapatan Tiket Wisata Surplus

12 April 2017 15:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Wisata Bantul di Pantai Parangtritis kini surplus pendapatan

Harianjogja.com, BANTUL--Pasca dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Bantul kepada dua petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis Januari lalu, capaian pendapatan retribusi dari objek pariwisata melonjak drastis.

Berdasar data Dinas Pariwisata (Dispar), peningkatan retribusi yang cukup signifikan terjadi pada tiga bulan terakhir. Sepanjang triwulan pertama 2017, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata tembus angka Rp 3,6 miliar.

Pencapaian ini meningkat dibanding pemasukan pada periode yang sama tahun lalu. “Januari hingga Maret 2016 lalu hanya Rp3 miliar,” jelas Sekretaris Dispar Bantul Jati Bayubroto saat ditemui di kantornya, Selasa (11/4/2017).

Artinya, terjadi peningkatan sekitar Rp600 juta pasca dilakukannya OTT tersebut. Padahal menurut Jati, triwulan pertama tahun ini sebenarnya masuk kategori low session lantaran minimnya libur panjang. Sehingga Dispar sendiri tak mematok target tinggi dalam kurun waktu tiga bulan pertama 2017 ini. Hanya Rp 2,3 miliar.

“Dengan capaian Rp 3,6 miliar ini, kami mengalami surplus Rp1,3 miliar,” tambah Jati.

Mantan Camat Banguntapan ini optimistis, dengan meruaknya kasus pungli itu, petugas TPR kini pun harus berpikir ulang jika hendak mengemplang uang retribusi. Terlebih, pihaknya juga rutin terjun ke lapangan walau sebatas ngaruhke petugas TPR.

Untuk menutup kebocoran retribusi itu, menurut Jati mustahil untuk dihilangkan sama sekali. Pasalnya, TPR berdiri di akses jalan umum. Sehingga petugas masih kesulitan memungut retribusi dari setiap pengguna jalan yang melintas. Khawatirnya, yang dipungut bukan wisatawan.

Melainkan warga setempat atau pengendara yang ingin menuju Gunungkidul melalui Jalan Parangtritis. “Kalau malam kadang-kadang cukup menyalakan lampu dim lalu lewat begitu saja,” terangnya.