Advertisement
Bandara Kulonprogo akan Pengaruhi Jumlah Penduduk, Pemkab Rancang Grand Desain Kependudukan
Advertisement
Bandara Kulonprogo akan membawa perubahan dalam jumlah penduduk
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo merancang desain besar (grand design) pembangunan kependudukan.
Advertisement
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kulonprogo, Mardiya mengatakan, desain besar itu dibangun mengingat Kulonprogo menyadari, bahwa kehadiran New York International Airport (NYIA) akan membawa perubahan dalam jumlah penduduk.
Pihaknya memperkirakan, pertumbuhan jumlah penduduk yang terjadi di masa depan bisa melebihi angka pertumbuhan di level nasional, yakni mencapai 1,5%.
Padahal, berdasarkan sensus penduduk 2010, pertumbuhan penduduk di bumi menoreh sudah mencapai 0,48% per tahun. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding pada 2000 sebesar 0,04% per tahun.
"Kulonprogo mulai dilirik orang, mau tidak mau, mereka akan menjadi penduduk Kulonprogo di masa depan," kata dia, Selasa (11/4/2017).
Mardiya menuturkan, penyusunan desain besar ini dilatarbelakangi pemahaman bahwa pembangunan di suatu wilayah akan berhasil apabila penduduk sebagai modal dasar pembangunan kondisinya kondusif, tidak hanya sisi jumlahnya yang mencukupi.
Melainkan juga kualitas yang memadai. Jumlah penduduk yang besar namun berkualitas rendah, tidak akan dapat memberi dukungan positif pada pembangunan, yang terjadi justru akan menjadi beban pembangunan.
Desain besar pembangunan tersebut, terdiri dari lima aspek pembangunan kependudukan, yaitu desain besar pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pengarahan mobilitas penduduk, pembangunan keluarga, yang terakhir adalah desain besar pengembangan data kependudukan.
Pengendalian kuantitas penduduk diarahkan untuk mengelola pertumbuhan penduduk melalui pengendalian kelahiran, dengan cara mengoptimalkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan Keluarga Berencana (KB).
Pengendalian kelahiran sendiri dilakukan melalui upaya pengaturan usia ideal perkawinan, usia ideal melahirkan, jarak ideal melahirkan serta jumlah ideal anak yang dilahirkan.
Sementara itu, desain besar peningkatan kualitas penduduk diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan secara umum dan pendidikan serta kesempatan kerja/berusaha.
Dalam rangka peningkatan kualitas penduduk, meningkatkan pelayanan kesehatan untuk menurunkan angka kematian, terutama ibu dan anak serta meningkatkan usia harapan hidup.
Sedangkan dari sisi pendidikan, perlu diupayakan peningkatan kompetensi dan daya kompetisi penduduk melalui pendidikan formal, non formal dan informal tanpa mengesampingkan masalah kesetaraan gender.
Diikuti upaya penyediaan lapangan pekerjaan, dengan penghasilan yang layak atau kemudahan berwirausaha dengan berbagai fasilitasi yang memberi peluang keluarga untuk meningkatkan penghasilan.
"Desain besar pembangunan keluarga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan dan pemberdayaan keluarga. Selanjutnya, Grand Design Pengarahan Mobilitas Penduduk diarahkan untuk mengatur persebaran dan mobilitas penduduk secara lebih seimbang sesuai dengan daya dukung alamĀ dan daya tampung lingkungan," ungkapnya.
Desain besar pembangunan database kependudukan, diarahkan untuk mengembangkan data kependudukan yang akurat, dan dapat dipercaya. Database ini terintegrasi dalam suatu sistem informasi, dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan. Informasi ini diharapkan mudah diakses oleh para pemangku kepentingan, serta menjadi bagian dari Decision Support System (DSS).
Kondisi ini perlu didukung dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi, infrastruktur yang memadai serta sistem kelembagaan yang kuat. Terbangunnya data base kependudukan yang akurat akan memberikan banyak sekali keuntungan pada berbagai sektor pembangunan dan pelayanan publik.
Ia menyadari, upaya mewujudkan desain besar pembangunan kependudukan ini membutuhkan banyak langkah yang perlu dilakukan. Namun hal ini perlu dilakukan, minimal untuk 20 tahun ke depan. Agar pembangunan kependudukan memiliki arah yang jelas, target kerja atau hasil-hasil yang ingin dicapai, dapat terwujud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




