Advertisement

Daerah Rawan Kekeringan di Gunungkidul Mulai Kekurangan Air Bersih

David Kurniawan
Rabu, 26 April 2017 - 12:20 WIB
Nina Atmasari
Daerah Rawan Kekeringan di Gunungkidul Mulai Kekurangan Air Bersih

Advertisement

Wilayah di Gunungkidul yang menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau mulai kekurangan air bersih

 

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Memasuki masa pancaroba, sejumlah wilayah di Gunungkidul yang menjadi langganan http://m.harianjogja.com/?p=751510">kekeringan saat musim kemarau mulai kekurangan air bersih. Dampaknya warga harus http://m.harianjogja.com/?p=538271">membeli air dari truk-truk tangki penangkut air.

Kepala Desa Pucung, Kecamatan Girisubo Bambang Untara mengakui wilayahnya masuk daerah yang mengalami kekeringan saat musim kemarau. Memasuki masa pergantian musim ini, sejumlah dusun di Pucung mulai kekurangan air bersih. Dusun-dusun itu diantarannya, Pucung, Wotawati, Ngreyung, Karangtengah dan Bengle.

“Di tempat kami ada sepuluh dusun dan semuanya mengalami krisis air saat kemarau. Tapi untuk sekarang, belum semua dusun mengalami hal itu karena warga masih ada yang memiliki stok dari tandon air hujan,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (25/4/2017).

Menurut dia, kekurangan air itu terjadi sejak satu bulan yang lalu. Akibatnya banyak warga yang memenuhi kebutuhan air dengan membeli truk-truk pengakut air. “Ada yang beli secara patungan, tapi ada juga yang beli sendiri-sendiri,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, harga satu tangki air bersih bervariasi. Hal itu terjadi karena penentuan harga sangat bergantung dengan jarak tempuh dan kondisi medan tempat yang akan dikirimkan air. “Rata-rata satu tangkinya dihargai Rp150.000,” katanya.

Lebih jauh dikatakan Bambang, krisis air yang terjadi dikarenakan di wilayah Pucung sangat minim sumber air. Sementara itu, keberadaan instalasi pipa PDAM belum bisa dimaksimalkan hingga sekarang ini. “Air dari PDAM tidak keluar, jadi warga terpaksa membeli saat musim kemarau,” ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kecaman Keras Muncul Atas Aturan Hukuman Mati Israel

Kecaman Keras Muncul Atas Aturan Hukuman Mati Israel

News
| Sabtu, 04 April 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement