Advertisement
Sambut Waisak, Umat Budha Gelar Upacara Tribhuana Manggala Bhakti di Taman Sungai Mudal
Advertisement
Ratusan umat Budha berkumpul di Taman Sungai Mudal, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Senin (1/5/2017)
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-Ratusan umat Budha berkumpul di Taman Sungai Mudal, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Senin (1/5/2017). Mereka melaksanakan upacara Tribhuana Manggala Bhakti untuk memulai rangkaian peringatan Waisak yang jatuh pada Kamis (11/5/2017) pekan depan.
Seperti tahun sebelumnya, umat Budha dari seluruh penjuru DIY berkumpul di Taman Sungai Mudal untuk melakukan doa bersama dan upacara Tribhuana Manggala Bhakti. Ritual itu dimulai dengan pengambilan air suci atau tirta amerta di sumber mata air setempat. Air tersebut selanjutnya dibagikan kepada beberapa vihara yang ada di Kulonprogo.
Tribhuana manggala bhakti merupakan bentuk dari upaya penyelamatan alam. Umat Budha berharap ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Hal itu diwujudkan dalam aksi penanaman pohon penyangga air sebagai simbol penyelamatan tanah. Mereka melepaskan puluhan burung sebagai bentuk penyelamatan udara, dan penyelamatan air dengan melakukan pelepasan bibit ikan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Kulonprogo, Untung Waluyo mengatakan, tribhuana manggala bhakti mengedukasi masyarakat untuk selalu peduli dengan kelestarian alam. Menurutnya, masyarakat sudah semestinya menyadari jika alam merupakan sumber penghidupan sehingga harus dijaga kelestariannya.
“Perayaan Waisak ini memberikan contoh positif utuk senantiasa memberikan cinta kasih kepada semua makluk hidup,” kata Untung.
Perilaku manusia memiliki hubungan timbal balik dan sangat berpengaruh terhadap kondisi alam semesta. Manusia butuh air yang cukup, tanah yang subur, tanaman, dan udara segar agar tetap bisa hidup.
Harus ada simbiosis mutualisme agar kebutuhan itu dapat terus terpenuhi, yaitu dengan menjaga kelestaian alam. Untung lalu mengungkapkan pentingnya mempererat hubungan antarumat beragama demi persatuan bangsa dan negara.
“Harapannya setiap manusia dapat merenungi segala perbuatannya tanpa adanya unsur kebencian,” ucap Untung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




