LEBARAN 2017 : Bank Indonesia Pertimbangkan untuk Tak Layani Penukaran Uang Baru

Uang rupiah emisi terbaru 2017. (JIBI/Antara - Adiwinata Solihin)
02 Mei 2017 02:18 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Bank Indonesia tidak melayani penukaran uang untuk masyarakat menjelang Lebaran nanti.

 
Harianjogja.com, JOGJA-Bank Indonesia tidak melayani penukaran uang untuk masyarakat menjelang Lebaran nanti. Penukaran uang akan dilakukan oleh bank operasional melalui kas keliling. Dengan kas keliling, layanan penukaran uang bisa dirasakan seluruh masyarakat sampai ke pelosok daerah.

“Kemungkinan BI tidak buka [layanan penukaran]. Tapi ini masih dipertimbangkan juga,” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan, belum lama ini.

Selama masa pelayanan penukaran uang nanti, Bank Indonesia hanya akan menyuplai kebutuhan uang kepada bank-bank, sementara tugas penukaran akan dilakukan oleh bank itu sendiri.

Tahun ini, Bank Indonesia akan lebih banyak mengerahkan bank-bank operasional untuk melayani penukaran uang baru. Pada awal Mei nanti, ia berharap layanan penukaran melalui kas keliling sudah bisa disosialisasikan meski berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, penukaran uang baru dimulai dua minggu sebelum Lebaran.

Bank Indonesia juga akan menggelar gathering bank-bank operasional untuk membicarakan pelayanan penukaran uang tersebut. Ia ingin seluruh bank berkomitmen sama untuk melayani penukaran uang. Tidak hanya bank umum tetapi juga Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

“Kita pastikan bank-bank mau melayani masyarakat. Jangan sampai ada [bank] yang bekerja keras tetapi ada yang tidak,” tuturnya.

Hilman mengatakan, untuk kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia sudah menyiapkan uang baru Tahun Emisi 2016. Sementara untuk kebutuhan bank, Bank Indonesia menyiapkan uang lama yang sudah beredar meski bank juga bisa mengajukan uang baru untuk kebutuhan penukaran.

Sementara dalam rangka mempercepat peredaran uang kertas kepada masayarakat, belum lama ini Bank Indonesia meresmikan kantor Kas Titipan di BNI Cabang Kebumen. Keberadaan kantor Kas Titipan membantu Bank Indonesia dalam menyalurkan uang layak edar kepada masyarakat, mengingat penggunaan uang kertas di daerah pelosok ada yang bertahan sampai 15 tahun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan, semakin lama uang beredar di masyarakat, maka tampilan uang menjadi kurang sempurna dan tidak sehat. “BI tidak mungkin sendiri menyebarkan ke 17.000 pulau dan harus bersinergi,” katanya, saat pembukaan peresmian Kas Titipan di Kebumen, Jumat (21/4/2017) lalu. Oleh karena itu, keberadaan kantor Kas Titipan ini menjadi perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam menyalurkan uang layak edar.