DPRD Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih Lebih Merata
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Mbah Ponco mencabuti rumput yang berada di kebun yang ada di depan rumahnya di Dusun Batusari, Kampung, Ngawen, Minggu (7/5/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Terpilihnya Mbah Ponco sebagai pemeran utama film berjudul Ziarah garapan Sutradara BW Purba Negara tidak lepas dari peran cucunya yang bernama Risdiyanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Terpilihnya Sutiyem atau akrab disapa Mbah Ponco sebagai pemeran utama film berjudul Ziarah garapan Sutradara BW Purba Negara tidak lepas dari peran cucunya yang bernama Risdiyanto yang menjabat sebagai Kepala Dusun Pagerjurang, Desa Kampung, Ngawen Gunungkidul.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=815272">Cerita Mbah Ponco tentang Aktingnya di Film “Ziarah” yang Menyabet Nominator Aktris Terbaik Festival Film ASEAN 2017
Proses pemilihan ini tidak berlangsung mudah, di awal pencarian tokoh Risdiyanto tidak pernah memasukan simbah dalam nominasi.
Saat diminta Bagus Sutriawan, eks mahasiswa KKN di Desa Kampung yang juga ikut dalam penggarapan film Ziarah, Risdiyanto malah mencarikan beberapa nama orang lansia di sekitaran Kecamatan Ngawen. Namun dikarenakan beberapa nama tidak masuk kriteria, ia sempat bingung karena nama nyang diajukan ditolak.
“Si Mbah [Sutiyem] saya ajukan terakhir. Kebetulan juga saya baru ingat saat semua nama yang diajukan ditolak. Ternyata setelah saya pertemukan, tim dari film terkesan dan mau menjadikan sebagai pemeran utamanya,” kata Risdiyanto, ditemui di rumahnya, Minggu (7/5/2017).
Penunjukan sebagai pemeran utama memberikan semangat sendiri. Pasca penunjukan, ia tidak menampik jika Mbah Ponco terus bertanya-tanya kapan syuting akan dimulai. Bahkan, lanjut Risdiyanto, memberikan semangat bagi simbah untuk sembuh dari sakit.
“Setelah ada kepastian, ternyata itu bisa mempercepat kesembuhan simbah. Bukti lainnya, dalam proses syuting juga berjalan dengan baik dan tidak ada kendala apapun,” katanya.
Menurut dia, cerita dari film Ziarah sangat bagus. Sebagai buktinya dalam ASEAN International Film Festival Award 2017 yang diselengaraakan di Kuching, Malaysia mendapat empat nominasi penghargaan, salah satunya diberikan kepada Mbah Ponco sebagai aktris terbaik.
“Memang dalam pengumuman untuk pemain terbaik tidak dapat, tapi ini sudah membuat kami bangga. Terlebih lagi, main film itu merupakan hal yang baru bagi simbah di saat ujianya sudah tua,” ujarnya.
Risdiyanto menambahkan, film ini memiliki pesan yang dalam. Sebab di dalamnya terkandung beberapa pesan seperti di larang patah semangat, harus bekerja keras hingga upaya menerima takdir yang jauh dari harapan.
“Pesannya sangat dalam. Hal itu terlihat dari akhir cerita film, di mana simbah harus memeragakan pingsan karena apa yang dilihat tidak sesuai dengan keinginan yang diharapkan,” katanya.
Terpisah, hingga berita ini diturunkan, Sutradara film Ziarah BW Purwa Negara belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui nomor ponselnya dalam kondisi tidak aktif. Begitu pula saat dikirim pesan singkat juga belum memberikan balasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.