Pasar Pingit Jadi Langganan Pecinta Ikan Hias

Aneka ikan hias dan aksesoris akuarium dijual di Pasar Pingit, Selasa (9/5/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
11 Mei 2017 12:22 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Pasar Pingit mulai beroperasi

Harianjogja.com, JOGJA -- Pasar Pingit menjadi salah satu lokasi favorit bagi pecinta ikan hias dan pemancing. Di pasar yang terletak di dekat simpang tiga ini menyediakan beragam ikan hias, lengkap dengan aksesoris akuarium. Tidak hanya itu, para pemancing mania juga bisa mendapatkan aneka umpan pancing di sini.

Sebenarnya ada komoditas bahan pangan dan pakaian yang juga dijual di Pasar Pingit. Namun, selama ini Pasar Pingit lebih dikenal dari bisnis ikan hiasnya.

Yanto selaku pengelola kios ikan Mbak Nurul mengaku bisnis ikan hias di Pasar Pingit sangat prospektif mengingat lokasinya jauh dari sentra ikan hias lainnya. Hal tersebut membuat Pasar Pingit menjadi tujuan utama pecinta ikan di daerah Kota Jogja bagian barat dan utara yang menginginkan koleksi ikan terbaru. Selain itu, harga yang miring juga menjadi penyebab pasar ini banyak pelanggan. “Misalnya ikan koi di sini [Pasar Pingit] Rp30.000, kalau di luar bisa Rp70.000,” katanya pada Harianjogja.com, Selasa (9/5/2017)

Koleksi ikan yang dijual didatangkan dari Jawa Barat maupun Jawa Timur. Ikan dari Jawa Barat seperti ikan remon sementara dari Jawa Timur seperti koki dan koi.

Ia mengatakan, para pemancing juga bisa mendapatkan aneka umpan di pasar ini, mulai dari udang sampai lumut. Para pemancing khususnya yang tinggal di tengah kota kerap mengalami kesulitan untuk mencari lumut. Oleh karena itu, para pedagang ikan hias di Pasar Pingit berusaha memenuhuhi kebutuhan pemancing dengan menyediakan lumut yang dijual dengan harga yang terjangkau.

Saat ini, Pasar Pingit memang masih dalam tahap pembangunan tetapi beberapa pedagang sudah ada yang mulai menempati kiosnya. Renovasi tersebut menurutnya semakin mendukung pengusaha ikan dalam berbisnis. "Tempatnya semakin bagus, ke depan kalau sudah jadi total jadi lebih menarik," katanya pada Harian Jogja, Selasa (9/5/2017).

Dulu saat Pasar Pingit belum direnovasi, omzet yang ia terima per hari bisa mencapai Rp3 juta tetapi saat ini baru sekitar Rp700.000. Jika Pasar Pingit sudah diresmikan nanti, ia berharap jumlah konsumen bisa semakin bertambah.

Menurutnya prospek bisnis ikan hias cukup baik. Dengan banyaknya program ikanisasi yang dilakukan beberapa instansi  serta meningkatnya kecintaan masyarakat pada dunia pemancingan membuat pedagang ikan hias kebanjiran order.

Sementara itu, Yanti selaku pengelola toilet di Pasar Pingit mengaku senang atas renovasi yang dilakukan. Setidaknya, pasar yang menjadi tempatnya mengais rejeki itu lebih bersih dan nyaman. “Semoga konsumennya semakin ramai,” katanya.