49.305 Siswa SD di DIY Siap Ujian Sekolah

(JIBI/Solopos/Septhia Ryanthie)Siswa SDN Tlogolele 2, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, mengikuti ujian sekolah/madrasah (USM) di sekolah setempat, Senin (19/5 - 2014).
14 Mei 2017 13:22 WIB Jogja Share :

Ujian sekolah 2017 untuk SD berbasis kertas.

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 49.305 siswa sekolah dasar (SD) di seluruh DIY akan memulai pelaksanaan ujian sekolah, Senin (15/5/2017) esok. Pelaksanaan ujian itu sendiri berlangsung hingga Rabu (17/5/2017) mendatang. Puluhan ribu jumlah peserta berasal dari dua jenjang pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanata Baskara Aji mengungkapkan, dari jenjang SD ada sebanyak 46.761 peserta. Kemudian dari jenjang madrasah ibtidaiyah (MI) terdapat 2.052 siswa peserta ujian.

"Kalau hitungannya berdasarkan penyelenggara, ribuan peserta itu berasal dari 1.888 SD dan 164 MI," ujar Baskara Aji di sela-sela pelaksanaan droping soal di Kantor Disdikpora DIY, Sabtu (13/5/2017) pagi.

Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang pelaksanaan ujiannnya dengan sistem computered based test (CBT), ujian akhir tingkat SD di DIY tetap dengan cara paper based test (PBT). Distribusi soal ke daerah sudah dilakukan dengan delapan armada.

Baskara Aji menjelaskan, distribusi soal dari Disdikpora selanjutnya mengarah ke masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di masing-masing daerah. Di seluruh DIY ada sebanyak 68 UPT. Selebihnya, jelas dia, dari UPT distribusi soal akan diteruskan ke titik simpang terakhir, yakni sekolah tempat ujian.

Kendati ujian tidak menentukan kelulusan siswa, pengawalan terhadap distribusi soal ke UPT pun dilakukan secara ketat. Masing-masing armada dikawal dua polisi. Satu personel berseragam polisi, satu personel lagi tidak berseragam aparat.

Berkebutuhan Khusus

Distribusi soal untuk peserta berkebutuhan khusus juga Sudah dilakukan. Menurut Baskara Aji, ada enam peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian tahun ini. Semuanya menderita low vision. Adapun enam anak tersebut masing-masing dari SD Sribit Bantul, SD Muhammadiyah Sribit Gunungkidul, SD Mustokorejo Sleman, SD Krajan Sleman dan dua peserta dari SD Muhammadiyah Gondanglegi Sleman.

Bagi peserta berkebutuhan khusus nantinya juga diberikan penambahan waktu selama 20 menit untuk pengerjaan soal. Bentuk fisik soal juga sudah diperbesar sesuai kebutuhan peserta inklusi ini.

"Sementara ada juga juga 26 SDLB yang ikut dalam ujian tahun ini dengan jumlah total 65 peserta dari kategori ketunaan A, B, D dan E," jelasnya.

Pendidikan Kesetaraan

Sementara untuk jenjang pendidikan kesetaraan juga berlangsung di waktu yang sama. Ada sebanyak 329 peserta yang akan mengikuti ujian paket A yang berasal dari 30 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Paket A sebagian besar di ponpes. 68 UPT SD MI untuk paket di-drop di dinas kabupaten atau kota," imbuhnya.

Lebih lanjut Aji menjelaskan, bagi peserta yang berhalangan hadir saat ujian reguler, nantinya bisa mengikuti ujian susulan. Pelaksanaan ujian susulan akan berlangsung 22-24 Mei mendatang.