PERNIKAHAN DINI : Pasangan Muda Berisiko PMS

Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM melatih kader di kalangan anak siswa SMP di Yogyakarta (JIBI/Harian Jogja - dok. UGM)
16 Mei 2017 03:22 WIB Irwan A Syambudi Gunungkidul Share :

Pernikahan dini memiliki sejumlah risiko berbahaya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Penyakit Menular Seksual (PMS) rentan diderita pasangan yang menikah diusia dini. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kini serius untuk mengurangi angka pernikahan dini yang pada tahun lalu menjadi tertinggi di DIY.

Dalam diskusi Gunungkidul up date yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Gunungkidul, di ruang rapat satu Setda Gunungkidul, Senin (15/5/2017), kasus pernikahan dini masih menjadi isu serius di Gunungkidul. Lebih serius lagi, mereka yang melakukan pernikahan dini juga berpotensi terserang PMS.

Kasi Kesehatan dan Gizi Keluarga Dinas Kesehatan Gunungkidul dokter Triana mengatakan, nikah dini menimbulkan masalah medis, psikologis, sosial dan ekonomi. Kemudian hubungan seksual usia remaja meningkatkan risiko kanker leher rahim.

“Selain itu rawan terjadi Penyakit Menular Seksual (PMS), hamil usia muda berpotensi terjadi kematian ibu dan bayi,” kata dia, Senin (15/5/2017).

Dia mengatakan, pernikahan dini juga mengakibatkan gangguan perkembangan kepribadian, depresi dan putus sekolah. Oleh sebab itu, dinkes melalului puskesmas terus melakukan upaya pencegahan.

Di Puskesmas masyarakat akan difasilitasi dengan layanan konsultasi oleh petugas. Baik layanan gizi, KB, layanan bagi korban kekerasan, kehamilan tidak diinginkan, tes HIV/Aids, deteksi kanker dan pelayanan yang lain.