Advertisement
Pemkot Jogja Tata Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Tahun Ini
Kawasan Kumuh - Ilustrasi/JIBI - Solopos
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menata belasan hektar kawasan kumuh di bantaran sungai pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk menekan luasan kawasan kumuh yang hingga kini masih tersisa di wilayah Kota Jogja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, mengatakan saat ini kawasan kumuh di Kota Jogja masih mencapai sekitar 50 hektar, dengan sebagian besar berada di sepanjang bantaran sungai.
Advertisement
“Untuk tahun 2026, kami menargetkan penurunan kawasan kumuh sekitar 10 hingga 15 hektar, terutama yang berada di bantaran sungai,” ujar Umi, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, penataan dilakukan agar kawasan tersebut tidak lagi masuk dalam kategori kumuh. Hingga saat ini, masih banyak rumah yang tergolong tidak layak huni dan berdasarkan penilaian skor kekumuhan masih berada dalam kategori kawasan kumuh.
BACA JUGA
“Masih banyak rumah tidak layak huni dan secara skor memang masih masuk kawasan kumuh,” katanya.
Menurut Umi, kondisi kumuh tersebut disebabkan oleh belum terpenuhinya sejumlah standar dasar, mulai dari sanitasi, akses jalan lingkungan, kualitas bangunan rumah, ketersediaan air minum, sirkulasi udara, hingga pengelolaan sampah.
Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara menyeluruh dan berbasis kawasan, bukan hanya memperbaiki rumah secara parsial.
“Tidak hanya menjadikan rumah tidak layak huni menjadi layak, tetapi kami menata satu kawasan sekaligus,” ujarnya.
Dalam penataan bantaran sungai, Pemkot Jogja juga akan menerapkan ketentuan jarak aman bangunan dari bibir sungai. Rumah warga yang berdiri terlalu dekat akan diminta mundur minimal tiga meter, sebagaimana skema yang telah diterapkan pada penataan bantaran sungai sebelumnya.
Umi optimistis, dengan penanganan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten, target bebas kawasan kumuh di bantaran sungai dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
“Harapan kami, dalam lima tahun ke depan kawasan kumuh di bantaran sungai bisa nol,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Vulkanik Guncang Filipina, Gunung Taal Catat 25 Getaran
Advertisement
Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang
Advertisement
Berita Populer
- Terapkan iPubers, Petani Bisa Tebus Pupuk Subsidi Sejak 1 Januari 2026
- Resmi Jalan, Ini Rute dan Jadwal Bus Listrik Jombor-Malioboro
- PAD Pariwisata Bantul 2025 Gagal Target, Turun Rp4 Miliar
- Pos Damkar Prambanan Sleman Siap Operasi, Tunggu Personel
- PAD Wisata Gunungkidul 2025 Meleset, Kebocoran Jadi Sorotan
Advertisement
Advertisement



