Go-Jek Dorong Ekonomi Pekerja Informal dan Sektro UKM

Jajaran manajemen Go-Jek Indonesia saat menggelar acara Ngobrol Bersama Go-Jek di Canting Restaurant, Galeria Mall, Kamis (18/5/2017). ( Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
19 Mei 2017 02:22 WIB Jogja Share :

Go-Jek memiliki perhatian untuk UKM lokal

Harianjogja.com, JOGJA -- Hadirnya aplikasi layanan on demand, Go-Jek, tidak saja telah memudahkan kehidupan sehari-hari, mulai dari transportasi, logistik hingga layanan jasa lainnya. Melalui berbagai layanan yang dihadirkan, Go-Jek juga berkomitmen dalam memberdayakan sektor informal.

Chief Marketing Officer Go-Jek Indonesia, Piotr Jakubowski mengatakan tidak hanya fokus membantu tukang ojek dalam meningkatkan pendapatan, tetapi juga pekerja di sektor informal lainnya.

"Para pekerja informal yang bergabung dengan kami, juga akan mendapatkan akses langsung dengan para pelanggannya melalui teknologi," ujar Piotr saat menggelar Ngobrol Bareng Go-Jek di Canting Restaurant, Kamis (18/5/2017).

Go-Jek telah hadir sejak 2015 di Jogja dengan menawarkan 12 layanan. Di antaranya Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Mart, Go-Shop, Go-Send, Go-Box, Go-Pulsa, Go-Massage, Go-Med, dan Go-Tix. Selain itu, Piotr menambahkan Go-Jek juga telah menghadirkan layanan digital wallet terbesar di Indonesia melalui Go-Pay, serta Go-Points sebagai salah satu fitur yang dapat diperoleh penggunanya.

Selain para pekerja informal, Go-Jek juga membantu pengusaha kuliner di Jogja untuk memperluas pasarnya yakni melalui layanan pesan antar makanan, Go-Food. Piotr mengatakan secara nasional, saat ini sudah ada ribuan pengusaha kuliner yang telah bergabung menjadi merchant Go Food. Di mana sekitar 80% adalah pengusaha UKM kuliner.

"Ada juga bisnis kuliner rumahan yang sudah bergabung dengan kami. Intinya, kami terbuka dengan semua bisnis kuliner yang ada," imbuh Piotr.

Strategic Area Head Jogja, Delly Nugraha menambahkan layanan pesan antar permintaannya cukup baik. Sedangkan untuk jumlah merchant di Jogja yang bergabung juga sangat banyak.

"Lebih dari 5.000 merchant yang bergabung dengan kami," imbuh Delly.

Selama dua tahun hadir di Indonesia, Go-Jek terus diterima oleh masyarakat. Senior Vice President Go-Jek Indonesia, Arno TSE menambahkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Universitas Indonesia ditemukan sebanyak 77% mitra Go-Ride dan 85% mitra Go-Car menerima pendapatan yang melebihi upah minimum nasional.

"Rata-rata upah minimum nasional sekitar Rp1,997 juta. Selain itu, mitra juga merasa kualitas hidup mereka meningkat sejak bergabung bersama Go-Jek," ungkap Arno.