Mendekati Lebaran, Emas Muda Diprediksi Laris

Perhiasan emas dijual di toko emas di daerah Ketandan, Jogja, Rabu (24/5/2017). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
26 Mei 2017 19:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Momentum Lebaran emas muda diprediksi laris manis

Harianjogja.com, JOGJA-Momentum Lebaran yang terjadi bersamaan dengan tahun ajaran baru membuat pedagang emas tidak menaruh harap terhadap penjualannya. Pedagang justru memprediksi di tengah himpitan ekonomi seperti ini, masyarakat akan banyak lari ke emas muda.

Emas muda memiliki kadar emas di bawah 70% sementara emas tua lebih dari 70%. Kadar emas yang rendah membuat harganya lebih murah dibandingkan emas tua. Selisihnya bisa hampir 50%. Di Ketandan, harga emas tua rata-rata Rp400.000 per gram sementara emas muda hanya Rp240.000-Rp285.000 per gram.

Bambang Tjahjono selaku pemilik toko emas muda Bintang Mas mengakui, saat ini penjualan emas sedang lesu karena minat beli masyarakat berkurang. Namun ia tetap berharap, pasar emas muda tetap bagus.

Ia beralasan, emas muda paling mudah dijangkau dalam berbagai kondisi ekonomi karena harganya murah. Untuk sekedar gaya-gayaan saat Lebaran, emas muda bisa menjadi pilihan masyarakat.

Untuk beberapa kalangan, perhiasan emas hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan fashion. Saat hari raya, masyarakat ingin tampil beda dengan mengenakan beragam perhiasan. Hal itu terlihat banyaknya masyarakat yang kembali ke toko emas untuk menjual lagi perhiasan yang mereka beli saat sebelum Lebaran.

Ia mengatakan, saat ini kenaikan permintaan emas belum tampak. Menurut prediksinya, penjualan emas akan ramai mulai dua minggu sebelum Lebaran. “Biasanya dua minggu sebelum Lebaran mulai ramai. Sampai seminggu setelah Lebaran juga masih ramai karena yang dapat angpao dibelikan emas,” katanya pada Harianjogja.com, Rabu (24/5/2017).

Sementara di Toko Mas dan Intan Ikan Paus Ketandan, peningkatan penjualan emas juga belum terlihat. “Sekarang itu susah diprediksi kok. Sekarang susah. Sehari saja kadang nggak laku,” kata salah satu karyawan bernama Enggar.

Ia menjual emas Rp400.000 per gram belum termasuk ongkos pembuatan perhiasannya. Biasanya, ongkos pembuatan mencapai 10%.