Petani tomatillo, Budi Kuncoro sedang memgang tanaman tomatillo di pekarangan rumahnya, di Desa Madusari, Kecamatan Wonosari. Jumat (26/5/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Gunungkidul mulai melakukan variasi penanaman tumbuhan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Petani perkotaan atau urban farming Desa Madusari, Kecamatan Wonosari mulai mengembangkan tanaman tomatillo atau tomat kulit asal Meksiko. Selain unik tanaman yang memiliki nama latin Physalis philadelpica ini memiliki nilai ekonimis tinggi.
Salah satu petani perkotaan, Budi Kuncoro mengatakan Gunungkidul memiliki iklim tropis yang cocok untuk mengembangkan tanaman tomatillo. Selain belum banyak dibudidayakan di daerah lain, tanaman yang mirip seperti ciplukan ini memiliki peluang pasar yang masih tinggi.
“Masih jarang dibudidayakan karena jarang yang tahu,” kata dia, Jumat (26/5/2017).
Budi menerangkan benih Tomatillo dia beli dari situs olnline yang langsung didatangkan dari Amerika Selatan. Menurutnya tidak ada kesulitan dalam mengambangkan tanaman tersebut. Namun batang Tomatillo yang lunak mengharuskan petani rajin memasang penyangga sehingga tanaman kuat menopang buah Tomatillo yang tumbuh besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: