Sirup Salak Diharapkan Jadi Minuman Penyambut Tamu

28 Mei 2017 14:21 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Upaya mempromosikan pariwisata Sleman perlu dilakukan oleh beberapa pihak

 
Harianjogja.com, JOGJA-Upaya mempromosikan pariwisata Sleman perlu dilakukan oleh beberapa pihak. Tidak hanya Dinas Pariwisata, kalangan public relations perhotelan juga diminta turut aktif mengenalkan destinasi wisata di daerahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih mengatakan, ada banyak hal yang dapat disinergikan antara pemerintah dengan para pihak yang bergelut di bidang kehumasan ini.

“Bisa dilakukan dengan memajang produk Sleman di hotel, misalnya taplak, sirup salak dijadikan welcome drink, bisa juga menaruh brosur wisata di setiap kamar,” katanya pada Harianjogja.com, belum lama ini saat ditemui di Omah Kecebong Mlati, Sleman.

Para public relation di DIY bergabung dalam sebuah asosiasi bernama Kapurel yaitu Keluarga Public Relations Jogja. Dalam organisasi ini, para humas hotel menjalin kerjasama dengan pemerintahan di kabupaten/kota untuk membantu branding wisata dan promosi daerah setempat.

Tidak hanya obyek wisata, adanya pergelaran kesenian dan budaya yang digelar setiap saat oleh Kabupaten Sleman juga bisa menjadi bahan promosi. Sudarningsih mengatakan target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta pada 2019 akan menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah. Banyaknya wisatawan yang datang tentu tidak akan mampu diakomodir oleh perhotelan.

Dinas Pariwisata pun memberikan pilihan kepada wisatawan untuk menginap di desa wisata karena masyarakat di situ sudah diarahkan untuk membangun homestay dengan memanfaatkan rumahnya sendiri. Adanya beragam atraksi budaya setempat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk datang ke desa wisata.

Hal ini menjadi bahan bagi para humas untuk mengarahkan wisatawan datang ke desa-desa wisata. Ia ingin para wisatawan tidak hanya terpusat di jantung kota tetapi juga menikmati potensi wisata yang ada di pinggiran.