PERTANIAN BANTUL : Bantul Baru Mampu Penuhi 25% Kebutuhan Benih Padi

29 Mei 2017 20:55 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Kabupaten Bantul baru mampu memenuhi 25% kebutuhan benih padi untuk petani

 

Harianjogja.com, BANTUL--Kabupaten Bantul baru mampu memenuhi 25% kebutuhan benih padi untuk petani, atau sekitar 200 ton benih per tahun. Pemerintah melalui Dinas Pertanian, Pangan, Keluatan, dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul menggandeng 24 kelompok tani (poktan) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kepala Disperpautkan Bantul, Pulung Haryadi mengakui jumlah tersebut masih belum ideal karena minimal daerah harus bisa menyediakan sendiri 50% kebutuhan benihnya.

Menurutnya jika dapat mencapai 50% maka pihak swasta yaitu perusahaan-perusahaan penyedia benih masih bisa masuk, tapi pemerintah juga cukup punya andil dalam pemenuhan kebutuhan benih petani.

"Memang belum memenuhi tapi lambat laun akan kami tingkatkan sampai ideal 50%," katanya kepada Harianjogja.com pada Minggu (28/5/2017).

Pulung mengaku ada beberapa kendala yang membuat Bantul hingga kini baru bisa memenuhi 25% kebutuhan bibit, diantaranya masalah Sumber Daya Manusia (SDM).

Ia menjelaskan bahwa tidak semua petani Bantul memang berprofesi sebagai petani, banyak dari mereka juga melakukan pekerjaan lain seperti tukang bangunan dan peternak selain bertani di sawah. Padahal mengolah padi menjadi benih membutuhkan waktu dan ketelitian karena memerlukan pengamatan yang terus menerus.

"Petani kudu kober [harus sempat] untuk mengurus benih. Sekarang kam ibaratnya ceblok [memberi] pupuk terus ditinggal ke pekerjaan lain," katanya.

Permasalahan lainnya adalah budaya pertanian, Pulung memgungkapkan tak mudah untuk mengubah petani yang selama ini hanya menjual padi sebagai konsumsi untuk menjual padi sebagai benih atau menjadi penangkar benih.

Padahal ada nilai tambah yang didapat petani jika menjual padi sebagai benih. Tapi lagi-lagi hal itu tidak mudah, perlu pendidikan dan pelatihan khusus karena menangkar benih cukup rumit.