Suahasil Jadi Menkeu, Saleh Husin Harap Kebijakan Pro-Growth
Saleh Husin berharap Menkeu Suahasil Nazara mengedepankan kebijakan fiskal pro-growth dan mendengar kebutuhan dunia usaha serta industri.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah turis asing menumpang becak kayuh saat akan mengunjungi kompleks Keraton Ngayogyakarta, Rabu (29/07/2015). Kunjungan turis mancanegara ke Yogyakarta terus meningkat pada bulan Juni-Juli ini seiring musim libur musim panas di Eropa.
Transportasi tradisional becak kan ditata sedemikian rupa.
Harianjogja.com, JOGJA -- Pemda DIY menyusun konsep penataan becak tradisional sebagai becak wisata sebagai tindaklanjut dari Perda DIY No.5/2016 tentang moda transportasi tradisional becak dan andong. Sebanyak 15 desain becak telah ditentukan dari hasil seleksi peserta lomba. Desain tersebut akan dipakai disetiap zonasi becak tradisional.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=820696">TRANSPORTASI TRADISIONAL : Desain Becak Berbeda Setiap Zona, Seperti Apa?
Kepala Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan DIY Gatot Saptadi menuturkan sebelum mengaplikasikan desain tersebut, pihaknya akan lebih dahulu melakukan registrasi dan identifikasi untuk mengetahui secara pasti jumlah becak tradisional atau becak kayuh. Registrasi sangat diperlukan, bukan sekedar untuk menentukan jumlah becak yang harus ditata, namun juga terkait kesejahteraan dengan para pengayuh atau tukang becaknya.
Setelah meregistrasi, kemudian akan menentukan titik zonasi tempat mangkalnya becak. Secara umum, seperti kawasan Malioboro, Kraton, Ngabean, Kotagede, Jeron Beteng dan lainnya. Penentuan zonasi itu melalui proses kajian yang ditargetkan bisa selesai tahun ini. Diharapkan pula akan ada pembatasan terhadap becak sesuai zonasinya. Ia menegaskan, zonasi yang dimaksud adalah becak tradisional kayuh bukan becak motor. Setiap zona nantinya akan menggunakan desain yang berbeda. Becak yang sudah ditentukan mangkal di satu zona tidak boleh mangkal di zona lain. Mereka hanya boleh mengantarkan penumpang saja untuk sampai ke zona selain tempatnya mangkal.
"Zonasi harus disiapkan, pengelola becak harus dikendalikan dalam satu organisasi sehingga becak tidak seragam satu Jogja tetapi per zonasi kelihatan. Zonasinya arahnya lebih ke arah wisata," ungkapnya, Senin (29/5/2017)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saleh Husin berharap Menkeu Suahasil Nazara mengedepankan kebijakan fiskal pro-growth dan mendengar kebutuhan dunia usaha serta industri.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Jadwal DAMRI dari YIA Rabu 16 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)