Advertisement
Balon Udara Jatuh di Kawasan SUTET, Warga Resah
Advertisement
Penemuan balon udara berukuran besar di pekarangan rumah salah satu warga Dusun Kedungrejo, Wonolelo, Pleret membuat warga setempat was-was
Harianjogja.com, BANTUL --Penemuan balon udara berukuran besar di pekarangan rumah salah satu warga Dusun Kedungrejo, Wonolelo, Pleret membuat warga setempat was-was.
Advertisement
Pasalnya di Padukuhan Kedungrejo terdapat SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) yang sangat berbahaya jika terkena balon udara. Apalagi sebagaimana diketahui, kebanyakan balon udara tersebut diterbangkan dengan menggunakan api ataupun gas.
Berdasarkan keterangan dari Dukuh Kedungrejo, Sugiyono pada Selasa (4/7/2017) sekitar pukul 17.30 WIB, salah satu warganya yang bernama Winardi Harjo (66) melaporkan ada balon udara jatuh di pekarangan rumahnya. Saat ditemukan, balon udara tersebut sudah padam dan tergeletak di atas tanah.
Namun ia sempat panik karena baru pertama kali melihat balon udara dengan ukuran sebesar itu. Akhirnya balon tersebut dibawa ke rumah Kepala Dukuh. "Langsung lapor ke FPRB [Forum Penananggulangan Resiko Bencana] dan Bhabin," ujarnya pada Rabu (5/7/2017).
Sugiyono menuturkan tak lama setelah penemuan balon udara tersebut dilaporkan, Bhabinkamtibmas Desa Wonolelo langsung mendatangi rumahnya untuk mengecek temuan tersebut. Menurutnya, Bhabinkamtibmas menyarankannya untuk menyimpan balon udara tersebut dan tidak mengumumkannya kepada warga lain. "Takut dilihat anak-anak dan ditiru, bahaya," ucapnya.
Padahal menurut Sugiyono, di Padukuhan Kedungrejo terdapat sutet dengan jalur aliran listrik yang berbahaya jika terkena api ataupun gas yang digunakan untuk menerbangkan balon udara tersebut. Selain itu, balon udara juga dapat berbahaya jika jatuh di rumah warga dan dapat mengganggu lalu lintas penerbangan di udara.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, balon udara tersebut memang berukuran besar dengan diameter rangka satu meter, lebar empat meter dan panjang empat meter. Rangka terbuat dari bambu yang dililit dengan plastik bening sebagai badan balon. Saking besarnya, untuk menghubungkan antara plastik satu dengan lainnya digunakan selotip berwarna coklat.
Sedangkan tempat sumbunya dibuat dari kawat. "Perkiran bahan bakarnya api, terlihat dari plastik yang menghitam terkena asap," ujar Kapolsek Pleret, AKP Sumanto.
Sumanto menambahkan hingga saat ini belum dapat dipastikan dari mana balon udara tersebut berasal. Namun pihaknya meyakini asalnya tidak dari wilayah Pleret dan sekitarnya, sebab tidak ada tradisi menyalakan balon udara saat perayaan lebaran. Ia memperkirakan balon tersebut berasal dari luar DIY.
Tetapi pihaknya tetap mewaspadai adanya balon udara yang beberapa saat terakhir jatuh di wilayah DIY, apalagi ini temuan pertama di wilayah Bantul. "Terutama mengganggu penerbangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




