Advertisement
KAMPUS JOGJA : Raih Peringkat 41, Ini Kelebihan UII
Advertisement
Kampus Jogja, UII bertekad menjadi universitas yang terus meningkatkan kualitas
Harianjogja.com, SLEMAN -- Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menempatkan Universitas Islam Indonesia (UII) di nomor ke-41 dari 100 PTN dan PTS di Indonesia. Universitas ini memiliki kelebihan bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. UII terus mendorong para dosen melakukan penelitian yang sudah masuk klaster mandiri.
Advertisement
Rektor UII Nandang Sutrisno menjelaskan posisi UII berdasarkan rilis Kemenristek Dikti berada di urutan 41. Jumlah guru besar yang UII baru dimiliki sekitar 16 orang menjadi salahsatu indikator penilaian. Peringkat itu naik 11 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di luar 50 besar se-Indonesia. Namun kampusnya memiliki dua kelebihan evaluasi kinerja yaitu pengabdian kepada masyarakat dan penelitian.
Di bidang penelitan, UII menduduki posisi ke-16 PTN/PTS se-Indonesia, sekaligus menempatkan posisi tertinggi di level PTS. Peringkat itu berdasarkan 3.018 dari total 4.332 perguruan tinggi yang menjadi kontributor. Komponen evaluasi kinerja penelitian antara lain, manajemen penelitian 15%, luaran penelitian 50%, revenue generating 5% dan sumber daya penelitian 30%.
"Kami terus mendorong minat penelitian di kalangan dosen dan mahasiswa," terangnya dalam konferensi pers di Ruang Sidang Rektorat UII, Jalan Kaliurang Km.14 Sleman, Kamis (24/8/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




