Advertisement
Jambore Sungai, Mendengarkan Sungai "Berbicara"
Advertisement
Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta kembali menggelar jambore sungai untuk kedua kalinya
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta kembali menggelar jambore sungai untuk kedua kalinya, Sabtu (26/7/2017) di Jogja National Museum. Pada perhelatan kali ini, tema yang diangkat adalah Sungai Bicara.
"Kalau tema sebelumnya [Ayok Ngopeni Sungai] lebih mengajak masyarakat untuk memelihara sungai, tapi yang sekarang kami berandai-andai jika sungai bisa bicara pasti sudah berteriak karena begitu banyaknya permasalahan yang harus ditanggung," jelas Ketua Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta, Endang Rohjiani ketika dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, selama ini sungai telah menanggung berbagai permasalahan yang tak kunjung usai seperti penambangan pasir liar, banyaknya sampah yang dibuang masyarakat dan pencemaran akibat limbah-limbah. Ia menyampaikan, sungai-sungai diperkotaan adalah sungai yang paling tersiksa.
Beranjak dari permasalahan-permasalahan tersebut, imbuhnya, maka para peserta Jambore Sungai yang berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Batam merumuskan rencana aksi nasional untuk menyelamatkan sungai. Endang Rohjiani berharap rencana aksi bisa dilaksanakan pada tahun 2018 secara nasional.
Namun ia belum bisa membeberkan bagaimana detail rencana aksi nasional tersebut karena saat ini masih di bahas dalam sarasehan antara para pegiat sungai.
Selain sarasehan, dalam Jambore Nasional 2017, juga dilaksanakan seminar yang menghadirkan beberapa pembicara seperti Agus Suprapto (Direktur Bina Pengelolaan Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), dan Raditya Djati (Kasubdit PRB Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
"Dari seminar tersebut diharapkan ego sektoral yang selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan sungai bisa semakin hilang. Seperti kita tahu antara satu instansi dengan instansi lain sering lempar tanggung jawab, semoga nantinya ada kerja sama antara stakeholder dalam mengatasi permasalahan sungai," terang Endang Rohjiani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




