Advertisement

Melihat Kotabaru dalam Wujud Patung Karya Seniman Jogja

Nina Atmasari
Jum'at, 15 September 2017 - 16:20 WIB
Nina Atmasari
Melihat Kotabaru dalam Wujud Patung Karya Seniman Jogja Pengunjung menyaksikan maket patung dari 35 seniman patung yang berpartisipasi dalam Proyek seni Jogja Street Scupture Project (JSSP) 2017 "Jogjatopia" di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, Kamis (14/09/2017). (Desi SUryanto/JIBI - Harian Jogja)

Advertisement

Sebanyak 50 pematung dari Asosiasi Pematung Indonesia (API) memamerkan karya patungnya di Gedung Eks Koni (Museum Sonobudoyo)

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 50 pematung dari Asosiasi Pematung Indonesia (API) memamerkan karya patungnya di Gedung Eks Koni (Museum Sonobudoyo) Jl. Trikora No. 4 Jogja, Kamis (14/9/2017).

Advertisement

Pameran karya seni patung (Maket) ini terbuka untuk umum, gratis dan telah berlangsung pada Kamis (14/9/2017) sampai Rabu (20/9/2017) mendatang. Pameran dibuka dari 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dari Jogja Street Sculpture Project (JSSP) "Jogjatopia" 2017.

Ketua Umum Jogja Street Sculpture Project (JSSP) Hedi Hariyanto, mengatakan ada beragam patung yang diikutsertakan dalam pameran maket kali ini. Para seniman patung menampilkan salah satu karya terbaiknya.

Hedi menjelaskan pameran patung yang ditujukan kepada publik perlu memperhatikan beberapa hal, seperti lingkungan sosialnya, ekonomi dan politiknya. "Patung tidak bisa semena-mena ditampilkan dalam pameran," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya, perkembangan seni patung di Indonesia saat ini, dari segi ide dan inklusinya masih menyesuaikan pada pesanan pelanggan. "Sehingga pematung ini seperti tukang saja," ujarnya.

Ada yang menarik dari pameran maket ini. Hedi menyeubutkan pada pergelaran ini pihaknya mengekspos salah satu cagar budaya di DIY, yaitu Kotabaru.

Pada pameran ini Kotabaru akan diinterpretasikan dalam isu-isu perkotaan yang lebih kompleks yang terkait pluralisme, konflik, kontestasi, komersialiame, kapitalisasi, aspirasi warga, partisipasi publik dan konsekuensi sosial akibat perkembangan kota.

Ia berharap, dengan adanya pameran maket ini semua orang akan menjadi mengerti, tak hanya dari teknik pembuatannya, tapi bisa mengetahui aspek budaya yang telah disosialisasikan pada publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

4 Anak di Jagakarsa Ditemukan Tewas di Kamar, Pelaku Diduga Orang Tua Kandung

News
| Rabu, 06 Desember 2023, 21:57 WIB

Advertisement

alt

Wisata Bangkok, Menikmati Senja di Sungai Chao Phraya

Wisata
| Jum'at, 01 Desember 2023, 21:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement