Advertisement

Jalan di Padukuhan Wunut Bantul yang Sempat Putus Kembali Tersambung

Yosef Leon
Minggu, 04 Januari 2026 - 15:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Jalan di Padukuhan Wunut Bantul yang Sempat Putus Kembali Tersambung Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL —Ruas jalan kabupaten di Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, yang sebelumnya terputus akibat longsor, kini kembali tersambung dan dapat dilalui warga setelah dilakukan penanganan darurat oleh pemerintah Kabupaten Bantul. 

Meski hanya bersifat sementara jalan ini diharapkan memudahkan mobilitas warga ke sejumlah titik di daerah sekitar. Sebab putusnya jalur itu sempat membuat aktivitas warga sedikit terganggu lantaran harus melewati jalan memutar dan sedikit lebih jauh selama kurang lebih satu bulan. 

Advertisement

Jalan tersebut diketahui putus pada 21 November 2025 lalu akibat hujan deras yang melanda wilayah sekitar. Peristiwa ini disebut sudah yang kesekian kalinya menimpa jalan itu diakibatkan karakteristik tanah yang dinilai rawan longsor serta lajur jalan yang berbatasan langsung dengan Sungai Oyo. 

Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun mengatakan, penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat darurat. Fokus utamanya adalah menyelamatkan akses jalan sekaligus mencegah longsor susulan di titik yang berbatasan langsung dengan area sungai itu. 

“Jalan memang sudah tersambung, tapi masih tanah. Kami masih melihat dulu kekuatannya, menunggu tanahnya benar-benar stabil. Kalau nanti kuat, baru bisa ditindaklanjuti ke permanen, misalnya diaspal,” ujarnya, Minggu (4/1/2026). 

Menurut Titik, penanganan dilakukan di titik longsor dengan membangun penahan tanah menggunakan bronjong berupa tumpukan batu yang dilapisi kawat, baik di sisi sungai, sebelah utara, maupun bagian tengah. Selain itu, tanah lama yang terdampak longsor diangkat dan diganti dengan tanah uruk baru. Panjang penanganan diperkirakan mencapai sekitar 50 meter.

Saat ini, jalan yang telah tersambung tersebut sudah bisa dilewati sepeda motor, tetapi belum direkomendasikan untuk kendaraan roda empat. Mobilitas warga, terutama kendaraan berat, masih mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang tetap difungsikan di sebelah utara jalan utama. 

“Kalau melarang warga lewat motor kan susah. Yang jelas mobil belum bisa, masih terbatas,” kata Titik.

Ia menambahkan, penyambungan jalan ini sangat penting bagi aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah dan pergerakan ekonomi harian. Meski sempat dimanfaatkan juga untuk mendukung mobilitas wisatawan selama libur akhir tahun, kepentingan utama tetap untuk kebutuhan warga.

Kepala BPBD Bantul Mujahid Amrudin menyatakan bahwa pemasangan bronjong dan penyambungan jalan di Padukuhan Wunut merupakan langkah darurat dan sementara.

“Tebing sungainya dipasang bronjong untuk mencegah longsor susulan, lalu sedimentasi di tengah Sungai Oyo dikeruk. Kemarin ada tiga ekskavator di lokasi supaya aliran air dari timur bisa langsung mengalir ke barat,” jelasnya.

Menurut Mujahid, seluruh pekerjaan pemasangan bronjong dan penimbunan bekas longsor telah rampung pada akhir Desember 2025 lalu. Setelah penanganan tersebut, jalan bisa kembali digunakan secara terbatas.

“Skemanya memang penanganan darurat, belum permanen. Jadi sementara mobilitas warga masih menggunakan jembatan darurat dari bambu,” imbuhnya.

Ke depan, penanganan jangka panjang masih menunggu kajian teknis dari UGM. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar perencanaan lanjutan, termasuk kemungkinan pengajuan anggaran yang lebih besar ke pemerintah pusat jika dibutuhkan, mengingat lokasi longsor berada di kawasan sungai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polda NTT Pastikan Jasad Korban Kapal Tenggelam Pelatih Valencia

Polda NTT Pastikan Jasad Korban Kapal Tenggelam Pelatih Valencia

News
| Senin, 05 Januari 2026, 04:57 WIB

Advertisement

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Wisata
| Minggu, 04 Januari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement