Advertisement

Lembaga Agama Perlu Bekontribusi dalam Pembangunan

Bhekti Suryani
Rabu, 11 Oktober 2017 - 00:40 WIB
Bhekti Suryani
Lembaga Agama Perlu Bekontribusi dalam Pembangunan

Advertisement

Bupati Gunungkidul minta lembaga agama terlibat pembangunan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menilai pembangunan daerah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Lembaga agama juga diharapkan turut serta dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Advertisement

Hal itu diungkapkan Bupati Gunungkidul, Badingah saat menghadiri peresmian Paroki Santo Yusuf, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Minggu (8/10/2017) malam. Paroki sendiri merupakan komunitas umat katolik yang dibentuk secara tetap dengan batas-batas kewilayahan tertentu dalam Keuskupan yang membawahi beberap gereja.

Menurutnya, dengan adanya Paroki tersebut diharapkan mampu menyiapkan generasi muda yang berkualitas untuk mendukung pembangunan Gunungkidul. "Gereja hendaknya juga menjadi mitra pemerintah dalam menanamkan dan membangun kareakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai etika dan moral, memiliki etos kerja yang baik dan berdaya saing sehingga menjadi sumber daya manusia yang berkwalitas membangun Gunungkidul,” kata dia, Minggu (8/2017).

Lanjutnya lagi lembaga keagaamaan juga diharapkan ikut berpartisipasi bersama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. "Saya berharap lembaga keagaaman, termasuk gereja Katolik santo Yusuf, Bandung juga turut berpartisipasi dalam pelayanan pemberdayaan masyarakat baik bidangng kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, pendidikan hingga perekonomian," ungkapnya.

Sementara itu Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, Pr yang juga hadir dalam peresmiaan tersebut berharap Paroki dalam memberikan manfaat luas. Tidak hanya untuk umat katolik namun juga bagi masyarakat umum yang ada di Gunungkidul.

Menurut dia sudah seharusnya gereja bermanfaat bagi sesama, sehingga tidak eksklusif dan harus terbuka bagi siapa saja. Di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai umat beragama, diharapkan tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia. "Marilah kita srawung (Berhubungan dengan masyarakat), tidak menjadi kelompok eksklusif," ungkapnya.

Mgr Robertus mengatakan, persatuan umat beragama di Gunungkidul tak lepas dari campur tangan pemerintah, termasuk berdirinya Paroki mandiri di wilayah barat ini. "Kami ucapkan terimakasih, mendukung kami bahkan memfasilitasi," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak

Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak

News
| Minggu, 05 April 2026, 04:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement