Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Martunis Ikuti tes masuk Kepolisian (Instagram)
167 pemuda ikut seleksi Diklat Tunas Unggul Handayani.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Penjaringan khusus untuk persiapan mengikuti tes masuk anggota polisi dibanjiri peminat. Sedikitnya terdapat 167 pemuda dan pemudi yang mendaftar untuk mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Tunas Unggul Handayani.
Pendaftaran diklat yang diselenggarakan atas kerjasama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul dan Polda DIY, resmi ditutup pada Senin (17/10/2017) kemarin. Menurut Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahromm Rosyid, terdapat 167 pemuda dan pemudi yang mendaftar. “Nanti akan dilakukan seleksi menjadi 100 orang, dan akan kembali diseleksi sampai 40 orang," katanya, Selasa (17/10/2017).
Dia mengatakan kegiatan ini merupakan terobosan dalam meningkatkan minat siswa dalam mengikuti rekruitmen anggota polri, sebab selama ini warga gunungkidul seakan takut untuk mengikuti seleksi yang ada.
Nantinya, selama enam bulan kedepan, siswa yang terpilih akan mendapatkan latihan secara bertahap sesuai dengan saat test ujian di polda DIY. "Jika nantinya terdapat kekurangan pada siswa baik berupa fisik yang kurang maupun test yang belum bisa mengerjakan akan diberikan trik dan tips agar bisa memaluinya," ujarnya.
Pihaknya berharapm agar pendidikan kilat tunas unggul handayani ini bisa berjalan dengan lancar, serta kedepannya para peserta yang ada bisa sukses mengikuti seleksi masuk anggota polri
Salah satu calon peserta diklat, Agung Prasetya Nugraha, mengaku selama ini berminat untuk menjadi anggota polri namun kurang mendapatkan sosialisasi serta kurangnya kepercayaan diri dari peserta yang ada. "Semoga bisa lolos dan saat tes ujian sesungguhnya di polri bisa masuk,"katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
DPRD DIY menyoroti kekurangan Guru Pendamping Khusus yang dinilai menghambat pemerataan pendidikan inklusif bagi siswa disabilitas di DIY.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting.
KPK mengungkap dugaan pemerasan Imigrasi berlangsung sistemis dari daerah hingga pusat dengan nilai dugaan hasil kejahatan mencapai Rp145,5 miliar.
Kelurahan Wirobrajan mematangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan skema distribusi per RW.
YIA menuntaskan 100 persen balik nama sertifikat lahan dengan BPHTB Rp0, memperkuat legalitas aset dan pengembangan kawasan aerotropolis Kulon Progo.