Advertisement
Wah, Alokasi Bantuan Keuangan Khusus di Sleman Sebesar Ini
Advertisement
Ada prosedur yang harus dilalui. Misalnya, dana BKK harus diusulkan oleh masing-masing dusun
Harianjogja.com, SLEMAN-Pembangunan desa bisa dilakukan dengan mengakses dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Pemkab Sleman pun sudah menyiapkan nominal miliaran untuk BKK.
Advertisement
Wakil Ketua DPRD Sleman Sofyan Setyo mengatakan, berdasarkan Rancangan APBD Sleman 2018, bantuan keuangan khusus kepada desa itu dianggarkan Rp29,9 miliar. Meski begitu, Pemdes tidak serta merta dapat mengakses dana tersebut.
Ada prosedur yang harus dilalui. Misalnya, dana BKK harus diusulkan oleh masing-masing dusun. Prosedur tersebut harus dilakukan karena visi pembangunan kedepan difokuskan ke dusun-dusun. "Jadi murni usulan dari dusun. Persetujuan tetap dari Pemdes dan kecamatan, " katanya.
Sebagai desa perbatasan dengan kabupaten Bantul, akses jalan di Sendangtirto, Berbah, banyak dilintasi warga kedua wilayah. Sayangnya, lebar jembatan di atas Sungai Mruwe dinilai tidak memadai.
http://m.harianjogja.com/?p=862153">Baca juga : Dana Bantuan Keuangan Khusus Ternyata Bisa Untuk Bangun Dusun
Kapala Desa Sendangtirto Berbah Sardjono menjelaskan, pihaknya pernah mengusulkan pelebaran jembatan sungai Mruwe sejak 2012 lalu namun sampai saat ini belum dikabulkan. Alasannya, status jalan tersebut merupakan jalan desa dan jembatan itu berbatasan langsung dengan wilayah Bantul.
Meski kondisi jembatan masih terlihat baik, katanya, namun lebarnya dinilai tidak memadai. Lebar jembatan itu hanya 1,25 meter. Tapi fungsi jembatan itu dinilai vital karena menghubungkan Desa Sendangtirto Berbah dengan Desa Baturetno, Banguntapan, Bantul. "Saya sudah mengajukan pelebaran jembatan itu sejak 2012. Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya," kata Sardjono.
Menurutnya, lebar jalan yang kurang dari dua meter pada jembatan itu menyebabkan mobilitas warga menjadi terbatas. Pelebaran akses jalan (jembatan) sangat dibutuhkan untuk menggerakkan ekonomi dan pembangunan di perbatasan itu. "Statusnya memang masih jalan desa. Kami berharap ada solusi terkait masalah ini," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




