Advertisement
Dampak Badai Cempaka, Sleman Rugi Rp5,3 Miliar
Advertisement
Jumlah kerusakan tersebut dihitung di 16 kecamatan di Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN-Kerusakan dan kerugian akibat Badai Cempaka di Sleman mencapai Rp 5,3 miliar. Dampak kerusakan paling parah dirasakan di Kecamatan Prambanan.
Advertisement
Jumlah kerusakan tersebut dihitung di 16 kecamatan di Sleman. Makwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman mengatakan sektor yang paling banyak menderita kerusakan akibat bencana beberapa waktu lalu itu ialah infrastruktur. "Infrastruktur sekitar Rp3,6 miliar sendiri," ujarnya, Rabu (13/12/2017).
Selain itu, kerusakan dan kerugian lainnya ialah sektor perumahan berkisar Rp1 miliar. Meski jumlahnya lebih kecil, sektor perekonomian juga mengalami kerugian sebanyak Rp402 juta dan sebesar Rp182 juta. Saat ini, Pemkab Sleman sudah melakukan sejumlah perbaikan yang sifatnya darurat pada titik yang mengalami kerusakan ini.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan, hampir semua kecamatan di Sleman terdampak bencana akibat cuaca ekstrem ini kecuali Kecamatan Turi. "Paling parah di Prambanan, efek tanah longsor, jalan ketutup, dan ambles hingga jalur ambrol," katanya.
Sementara, untuk kecamatan lainnya, paling tidak tiga sampai empat titik lokasi terdampak dan mengalami kerusakan dalam berbagai skala. Dua hari pascabencana, perbaikan sudah mulai dilakukan mulai dan kemudian diperpanjang menjadi pemulihan, tambah Joko.
Pemulihan ditargetkan selesai bulan ini salah satunya dengan pemasangan bronjong di jalan yang rawan longsor oleh masyarakat dan dibantu relawan. Pihaknya juga setiap hari melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang rawan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada karena diperkirakan cuaca ekstrem akan memuncak pada Januari dan Februari mendatang. Akan dilakukan pula evaluasi kembali terkait kesiapsiagaan baik di tingkat pemerintah, kecamatan hingga desa menghadapi cuaca ekstrem.
Ia beranggapan masyarakat sebenarnya sudah cukup siap menghadapi bencana dengan pelatihan dan pendidikan yang diberikan selama ini salah satunya dengan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan sekolah siaga bencana (SSB).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




