Advertisement
Pasar Sabtu-Minggu seperti di Mangunan Bakal Diperbanyak
Advertisement
Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul bakal menerapkan konsep pasar wisata yang dimulai oleh Desa Wisata Mangunan
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul bakal menerapkan konsep pasar wisata yang dimulai oleh Desa Wisata Mangunan pada Minggu (10/12/2017) lalu di objek wisata lainnya.
Advertisement
Pasalnya, konsep tersebut dianggap mempunyai efek ganda untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Plt Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan Pasar Kakilangit atau disebut juga Pasar Semi (Sebtu, Minggu) itu punya beberapa keunggulan. Di antaranya dapat menjadi daya tarik wisata baru.
Sebab dengan konsep ini, saat mengunjungi suatu objek wisata, wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan yang disuguhkan saja tapi juga dapat mencicipi kuliner khas daerah tersebut.
Selain itu, konsep pasar wisata ini juga dianggap mempu mengungkit perekonomian masyarakat setempat karena mereka-lah yang menjadi subjek dalam konsep ini. Mulai dari produksi hingga pemasaran semua dilakukan oleh masyarakat setempat.
“Bisa memberdayakan beberapa orang sekaligus, tidak hanya penjual saja,” ucapnya, Kamis (14/12/2017).
Tak hanya itu saja, Kwintarto menyebut pasar wisata ini bisa jadi sarana untuk memperkenalkan keragaman kuliner khas Bantul kepada wisatawan khususnya yang datang dari luar daerah. Sehingga mereka makin mengenal dan mengetahui potensi wisata kuliner yang ada di wilayah selatan DIY ini.
Sebab menurutnya kini makanan khas suatu daerah makin langka dan susah ditemukan apalagi yang bentuknya makanan segar bukan kemasan. “Kami berharap dari awalnya 15 pedagang dapat meningkat lagi ke depannya,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, pihaknya berencana untuk mengadakan pasar serupa di objek-objek wisata lain yang potensial untuk dikembangkan seperti di kawasan pantai sebelah barat, Samas dan sekitarnya.
Menurut Kwintarto itu juga jadi salah satu upaya Dispar untuk memunculkan potensi wisata Bantul yakni pariwisata yang berbasis masyarakat dan kearifan lokal.
Sebab jika hanya mengandalkan objek wisata saja tanpa ada inovasi lainnya, Kwintarto menyebut banyak daerah lain yang memiliki bentang alam yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




