Advertisement

Sultan Telpon Wali Kota Terkait Parkir Ilegal di Alun-Alun Utara

I Ketut Sawitra Mustika
Kamis, 28 Desember 2017 - 06:40 WIB
Bhekti Suryani
Sultan Telpon Wali Kota Terkait Parkir Ilegal di Alun-Alun Utara

Advertisement

Sultan minta Pemkot bertindak tegas.

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta Pemerintah Kota Jogja untuk konsisten menegakkan aturan terkait keberadaan parkir ilegal di kawasan Alun-Alun Utara. Pasalnya kawasan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dianggap bagian dari Kota Pelajar.

Advertisement

Jika dalam regulasi disebutkan Alun-Alun Utara bukan tempat untuk parkir, maka yang melanggar seharusnya langsung ditindak. β€œItu [parkir] kewenangan kota [Pemkot]. Saya kira Pemkot harus konsisten, kalau memang tidak boleh parkir di Alun-Alun Utara, katakan tidak boleh parkir. Kraton kan ora ngurusi parkir,” ucapnya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Rabu (27/12/2017).

Meskipun Alun-Alun Utara merupakan kawasan Kraton, tapi Sri Sultan HB X menyatakan area kerajaan adalah bagian dari wilayah kota. Sehingga yang memiliki kewenangan penuh mengontrol adalah Pemkot Jogja selaku pihak yang mengeluarkan regulasi.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir, kasus nuthuk alias penerapant tarif parkir tak wajar terjadi di Alun-Alun Utara ramai diperbincangkan para warganet. Sebab, harga parkir yang dipatok telampau mahal. Untuk mobil Rp20.000 dan kendaraan travel Rp40.000.

http://m.solopos.com/?p=879938">Baca juga : Sudah Nuthuk Harga, Ternyata Parkir di Alun-Alun Utara Tak Seizin Kraton

Dinas Perhubungan Kota Jogja menyatakan hal tersebut sebagai pelanggaran, namun tidak berani memberikan sanksi. Hanya memberi sebatas wejangan dan imbauan. Pasalnya mereka menilai Alun-Alun Utara merupakan kawasan Kraton.

http://m.solopos.com/?p=879815">Baca juga : LIBUR AKHIR TAHUN : Wah, Ada Wisatawan di Jogja Keluhkan Tarif Parkir Rp40.000

Atas kasus yang terus berulang ini, Sri Sultan HB X mengaku telah menghubungi Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti melalui sambungan telepon dua hari yang lalu. β€œ[Saya minta] untuk ditertibkan saja. Jangan terus harganya dinaikkan seenaknya sendiri,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

News
| Minggu, 05 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement