Advertisement
Belasan Ribu Warga Gunungkidul Kehilangan KIS
Advertisement
Penonaktifan KIS dilakukan oleh Pusat.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sedikitnya 19.557 Kartu Indonesia Sehat (KIS) dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Kemensos No.126/HUK/2017.
Advertisement
Untuk mengurangi gejolak di masyarakat, Dinas Sosial Gunungkidul melakukan validasi ke lapangan terkait dengan kebijakan penonaktifan.
Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Siwi Iriyanti mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu terkait dengan kebijakan penonaktifan KIS yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat. Pasalnya, kebijakan tersebut langsung dilakukan oleh Kemensos. “Kami hanya dapat datanya saja. Dalam SK No.126/HUK/2017 dijelaskan bahwa ada 19.557 KIS yang dinonaktifkan,” kata Siwi kepada wartawan, Jumat (5/1/2018).
Menurut dia, penonaktifan KIS mengacu pada tiga alasan, yakni penerima manfaat meninggal dunia, kepemilikian kartu ganda hingga pemegang dirasa telah mampu sehingga tidak pantas lagi menerima bantuan.
Kendati demikian, lanjut Siwi, kebijakan ini dirasa dapat menimbulkan gejolak di masyarakat karena dilakukan secara sepihak. Selain itu, lanjut dia, masyarakat tidak akan tahu apakah kartu yang dipegang masih aktif atau tidak.
Sebab untuk mengetahui hal tersebut, pemegang kartu baru tahu saat akan menggunakan. “Ya kalau tidak dipakai, maka pemegang tidak tahu apakah kartunya masih aktif atau tidak,” ujarnya.
Oleh karenanya, untuk mengurangi gejolak di masyarakat, dinas sosial melakukan validasi ke lapangan. Rencannya kegiatan pencocokan data itu dapat diselesaikan pada akhir bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
Advertisement
Advertisement



