Momen STY, Saksikan Gol Cepat Timnas Indonesia ke Gawang Mozambik
Shin Tae-yong hadir di GBK saat Timnas Indonesia vs Mozambik, sorot perhatian publik dan kenang kiprahnya bersama Garuda.
Selama ini tidak sedikit Pemdes yang masih tergantung dengan Pemkab
Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah desa disinyalir belum siap menerima pelimpahan kewenangan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) ke pemerintah desa (Pemdes). Pasalnya, selama ini tidak sedikit Pemdes yang masih tergantung dengan Pemkab, terutama terkait masalah pendanaan.
Kepala Desa Sumberharjo Lekta Manuri mengatakan, Pemdes harus menyiapkan diri menerima pelimpahan kewenangan yang sebentar lagi diberikan. Salah satunya dengan merekrut staf dengan kualifikasi yang dibutuhkan. "Kami mulai rekrut staf yang dinilai mampu membantu menjalankan wewenang yang akan diberikan. Baik sarjana akuntansi, kearsipan maupun sarjana teknik," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (15/1/2018).
Meski merekrut dari kalangan sarjana, katanya, gaji yang diberikan masih dinilai rendah minimal setara dengan UMK. Alasannya, tidak mungkin gaji staf (sarjana) di atas perangkat apalagi jika Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima desa masih 10% dari Dana Alokasi Umum (DAU). "Apalagi penerimaan DAU tahun ini turun sehingga penerimaan ADD juga turun. Di sisi lain, belanja desa terus meningkat," ujarnya.
Dia menyontohkan, SE Mendagri terkait jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan dan pensiunan saat ini menjadi beban APBDesa. Kondisi tersebut mengakibatkan upaya untuk meningkatkan PADesa tidak optimal jika tidak ada pembagian kewenangan terkait pendapatan. Sebagai solusinya, kata Lekta, pihaknya terpaksa memangkas sebagian anggaran kegiatan kemudian dialokasikan ke anggaran publik. "Desa sendiri dilarang mengadakan pungutan," katanya.
Terpisah, Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji mengamini jika pelimpahan wewenang tersebut memberi kesempatan kepada desa untuk bisa lebih mandiri. Hanya saja, tidak sedikit desa yang selama ini masih bergantung pada pembiayan alokasi dana desa, dana perimbangan. Hal itu bisa menimbulkan masalah sendiri.
Oleh karena itu, desa yang selama ini terlalu bergantung dengan pembiayaan dari ADD dan dana desa harus menyiapkan diri. Misalnya, menyiapkan SDM yang mampu meningkatkan PADesa. "Sebagian desa memang memiliki BUMDesa namun pendapatan desanya masih belum bisa bergerak, masih terbatas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Shin Tae-yong hadir di GBK saat Timnas Indonesia vs Mozambik, sorot perhatian publik dan kenang kiprahnya bersama Garuda.
Pemkab Kulonprogo telah membayar tagihan listrik LPJU sebesar Rp2,52 miliar hingga Juni 2026. Total anggaran listrik fasilitas umum tahun ini mencapai Rp7,14 mi
Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan tiga upacara pembukaan di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Turnamen diikuti 48 tim dan berlangsung hingga 19 Juli.
Studi terbaru menemukan 17,6% situs web baru di internet dibuat sepenuhnya oleh AI. Temuan ini kembali memunculkan perdebatan tentang Dead Internet Theory.
Rupiah menguat 0,55% ke Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan 10 Juni 2026. Kenaikan BI Rate menjadi 5,50% menjadi pendorong utama penguatan.
Kesehatan usus penting untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi. Simak 7 minuman alami yang dapat membantu menjaga kesehatan usus dan melancarkan pencernaan.